Pengukuhan Los Blancos di Kiev

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Senin, 28 Mei 2018, 04:45 WIB Sepak Bola
Pengukuhan Los Blancos di Kiev

AFP

REAL Madrid makin mengukuhkan diri sebagai klub terbaik di dunia. Gelar juara Liga Champions 2017-2018 yang diraih setelah menundukkan Liverpool 3-1 dalam final di Stadion Olimpiade, Kiev, dini hari kemarin, membawa Los Blancos mencetak rekor baru.

Gol Karim Benzema menit ke-51 dan Gareth Bale (64', 83') yang hanya dibalas Liverpool melalui Sadio Mane (55') membawa Madrid menjadi klub pertama yang meraih juara Liga Champions tiga kali beruntun. Gelar di Kiev juga makin mengukuhkan Los Blancos sebagai yang terbaik dengan 13 kali menjadi kampiun Eropa.

Tidak hanya bagi Real Madrid, gelar kali ini juga membuat Zinedine Zidane menjadi pelatih pertama yang mampu membawa timnya meraih hattrick juara di Liga Champions. Zidane sebelumnya membawa Madrid menjadi kampiun musim kompetisi 2015-2016 dan 2016-2017. "Kami harus merebut momen yang ada. Kami membuat sejarah dan hidup untuk pengalaman seperti ini," lanjutnya

Berbeda dengan Zidane, kekalahan dari Real Madrid makin menambah panjang hasil buruk pelatih Liverpool Jurgen Klopp saat tampil di final. Dalam tujuh kesempatan tampil di final, yaitu 3 di DFB Pokal, 2 di Liga Champions, 1 di Piala Liga, dan 1 di Liga Europa, Klopp hanya sekali menang saat membawa Dortmund menjadi juara DFP Pokal pada 2012. "Kami ingin segalanya, tetapi tidak mendapat apa-apa. Melihat penampilan selama musim ini, penampilan kami sungguh memalukan," ungkap Klopp.

 

Tragedi Salah

Laga di Kiev diwarnai tragedi yang menimpa Mohamed Salah. Striker andalan Liverpool tersebut hanya bermain selama 31 menit sebelum keluar lapangan akibat cedera bahu. "Keluarnya Salah merupakan pukulan besar. Saat ia masih berada di lapangan, kami tampil bagus selama 25 menit. Namun, setelah ia mengalami cedera, permainan kami menurun," ungkap gelandang Liverpool, Georginio Wijnaldum.

Cedera tersebut memunculkan spekulasi Salah tidak bisa tampil di Piala Dunia 2018. Namun, dokter timnas Mesir Mohamed Abou El-Ela menyebut Salah hanya mengalami cedera ligamen bahu dan bisa sembuh sebelum Piala Dunia 2018 bergulir.

Salah mengalami cedera menit ke-25 akibat terjatuh saat berebut bola dengan Sergio Ramos. Walaupun mencoba kembali bermain setelah mendapat perawatan tim medis, striker timnas Mesir itu harus menerima kenyataan pahit tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Ramos, yang dituding sengaja mencelakai Salah, melalui akun Twitter-nya mengunggah tulisan yang berisi harapan agar Salah segera sembuh. Ramos menyebut dirinya sama sekali tidak berniat mencelakai Salah,

'Dalam sepak bola kadang Anda mengalami hal yang baik dan buruk. Namun, di atas segalanya, kami adalah profesional. Semoga cepat pulih, Salah. Masa depan menanti kamu', tulis kapten Real Madrid tersebut.    (Marca/AFP/R-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More