Tugas PBSI Masih Banyak Sebelum Asian Games

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Sabtu, 26 Mei 2018, 21:57 WIB Olahraga
Tugas PBSI Masih Banyak Sebelum Asian Games

MI/ADAM DWI

HASIL yang diraih tim bulu tangkis Indonesia di turnamen Piala Thomas dan Uber 2018 menandakan ketidaksiapan tim menuju Asian Games 2018. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki di berbagai sektor agar tim bulu tangkis dapat mencapai target emas di multiajang terbesar di Asia tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, Susy Susanti menyadari masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan. Satu di antaranya adalah konsistensi yang hingga kini masih menjadi kelemahan di sektor ganda.

"Persaingan saat ini sangat ketat. Di ganda harus lebih konsisten lagi, sedangkan tunggal kami, pr mereka adalah bagaimana meningkatkan performa, konsisfensi, dan permainan yang lebih matang lagi, " ujar Susy.

Di partai semifinal, tim putra Indonesia harus menyerah dari Tiongkok dengan skor 1-3. Dari empat pertandingan hanya Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang mampu menyumbangkan poin untuk tim Merah Putih.

Kevin /Marcus mampu mengatasi Liu Cheng/Zhang Nan dengan skor 21-12 17-21 15-21 di partai kedua . Di laga pembuka Anthony Sinisuka Ginting kalah dari Chen Long dengan skor 20-22 dan 16-21.

Jonatan Christie tak berhasil mengamankan kemenangan dari Shi Yuqi, 21-18, 12-21, dan 15-21. Adapun, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan memastikan kegagalan Merah Putih setelah kalah 17-21, 21-18 , 12-21 dari Li Junhui/Liu Yuchen.

Menurut Susy, di sektor tunggal performa atlet sudah mengalami peningkatan. Meski demikian, mereka belum dapat mengatasi perlawanan pemain yang lebih berpengalaman.

"Sejauh ini sudah ada peningkatan tapi masih belum konsisten. Masih belum bisa sampai melewati elite dunia. Seperti misalnya Anthony saat bertemu dengan Lee Chong Wei sudah ramai, tapi di akhir saat poin kritis akhirnya kalah. Kalah pengalaman, kalah matang dan juga jam terbang,” lanjut Susy.

Sehari sebelumnya, tim putri Indonesia juga gagal menembus target semifinal Piala Uber 2018. Greysia Polii dan kolega kalah di babak perempat final dari tuan rumah Thailand dengan skor 2-3.

Melihat pencapaian tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku cemas dengan performa tim bulu tangkis di Asian Games nanti. Padahal, bulu tangkis menjadi salah satu cabor andalan Indonesia untuk meraih medali.

"Jelas saya deg-degan dengan hasil (kekalahan) di Thailand karena di Asian Games nanti harapan publik terhadap bulu tangkis itu tinggi banget. Saya kira ini menjadi kesempatan bagi PP PBSI untuk mengevaluasi dan mempersiapkan tim yang besar," ujar Imam.

"Meskipun perjuangan sudah dilakukan dan tim sudah menunjukkan performa terbaik, saya minta PBSI mengevaluasi tim karena ini terkait performa mereka di Asian Games, Kejuaraan Dunia, dan Indonesia Terbuka juga. Melihat potensi yang ada di klub-klub Indonesia, Susy (Susy Susanti, Kepala Bidang Pembina Prestasi Atlet PP PBSI) harus turun tangan dengan cepat agar dapat mempersiapkan tim pelapis yang banyak," pungkasnya. (X-10)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More