Dokter Gigi yang Kepincut Dunia Sosial

Penulis: (Riz/M-4) Pada: Minggu, 27 Mei 2018, 06:30 WIB Weekend
Dokter Gigi yang Kepincut Dunia Sosial

MI/ BARY FATHAHILAH

IMAM Rulywan, 45, mulai bergabung dengan Dompet Dhuafa (DD) sejak 2006. Profesi awalnya ialah seorang dokter gigi praktik yang bertugas di salah satu puskesmas di wilayah Cilegon, Banten, pada periode 2003-2006.

“Saya dulu itu volunteer (relawan) tahun 2004. Awalnya dari peristiwa tsunami Aceh 2004 dan pada saat itu ada lowongan sebagai seorang volunteer,” kenang Imam, saat berbincang dengan Media Indonesia.

Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Indonesia itu pun akhirnya bergabung dengan sebuah lembaga kemanusian bernama PKPU pada saat itu. Namun, saat itu, ia tidak mendapatkan tugas sesuai dengan keahliannya sebagai tenaga medis. Imam malah ditugaskan sebagai tenaga logistik yang bertugas mengatur pembagian sembako dan pakaian.

“Ketika saya seorang dokter gigi dan ditempatkan sebagai tenaga logistik itu saya belajar dan ditugaskan di tenaga logistik juga harus belajar,” ungkap lelaki kelahiran Jakarta itu.

Setahun kemudian, Imam ikut lagi menjadi relawan di Bantul, Yogyakarta dan pada 2006 resmi bergabung di DD. “Saya ternyata senang di dunia sosial,” imbuh pria yang gemar hobi bermain badminton, sepak bola, dan berenang tersebut.

Selain hobi berolahraga, Imam juga gemar belajar dan berbagi.  Dirinya gemar belajar hal-hal baru terutama tentang perkembangan teknologi. Belakangan ini, Imam mengaku sedang belajar sesuatu yang lebih substantif, sesuatu yang tersirat.

Menurutnya, kemampuan manusia dalam membaca suatu hal yang tersirat itu dituntun oleh kecerdasan hati untuk memahami sebuah peristiwa. “Kenapa hal ini penting? Karena ini adalah perubahan untuk membuat Indonesia lebih baik, bukan hanya sekadar perubahan fisik atau kesejahteraan, tapi lebih kepada mental. Dan yang paling penting perubahan itu adalah niat yang berasal dari hati, memahami makna dan peristiwa dibalik peristiwa,” jelas bapak dari lima anak tersebut.

Setelah merasakan nikmatnya berbagi, Imam pun ingin menularkan spirit tersebut kepada keluarganya dengan membawa lima buah hatinya ke lokasi-lokasi dirinya bekerja. Ia ingin agar anak-anaknya dapat merasakan bagaimana rasa­nya tidur dan hidup di tengah masyarakat para penerima manfaat atau bantuan. (Riz/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More