Jadi Peluang Bisnis

Penulis: (Zuq/M-2) Pada: Minggu, 27 Mei 2018, 04:30 WIB Gaya Urban
Jadi Peluang Bisnis

DESI Isya Rahmah tidak menyangka bahwa pengetahuan dasar lettering yang diperolehnya di Depok Letters ternyata sangat bermanfaat. Ia kini mendapat peluang bisnis dari keahliannya menulis indah. “Hasil karya yang saya unggah di media sosial ternyata dilirik orang lain. Mereka kemudian minta jasa saya untuk membuat lettering untuk kado, ucapan ulang tahun, pernikahan maupun untuk logo,” tutur perempuan berusia 22 tahun itu.

Desi mengaku mematok harga mulai dari 150 ribu per karya. Harga itu menjadi lebih tinggi tergantung kepada tingkat kesulitan pengerjaan dan bahan yang digunakan. “Kalau misalnya buat nambahin uang jajan bisa banget. Bisa buat beli paket internet. Kalau misalnya kado buat ultah, wedding, mulai dari 150 sih per karya,” terang Desi.

Peluang bisnis ini disyukuri Desi mengingat sebetulnya ia belum lama menekuni seni lettering, yakni sejak akhir 2017. “Pertama pas baru masuk Depok Letters belum tahu basic lettering. Teman-teman bantuin lettering tebal tipisnya. Alhamdulillah sekarang sudah lancar di basic. Nanti di-eksplor lagi,” ujar Desi.

Reza Kurnia Rinaldi, juga mengamini banyaknya permintaan karya lettering. Permintaan itu ada yang datang melalui jalur komunitas maupun secara langsung ke masing-masing individu. Permintaan karya pun beragam mulaidari membuat logo, branding kafe, ataupun mural tembok. “Kalau kita sih yang lagi hits lewat media sosial sebenarnya.

Cuma biasanya dari komunitas juga ada,” terang Reza. Berbeda dengan Desi yang banyak diminta karya bermedium kertas.

Reza diminta untuk menggambar tembok. Dinding kafe atau tembok luar rumah akan menjadi indah dengan bantuan tangan Reza. “Misalnya kita disuruh bikin gambar di kafe, kita ukurnya per meter. Kalau saya takaran dari 300 ribu- 600 ribu per meter. Itu belum mencakup bahan dan alat. Itu intinya bersih lah buat jasa,” terang Reza.

Salah satu penggerak Depok Letters, Rhinaldy, memiliki jejak klien yang menarik. Tahun lalu ia sempat diminta untuk membuat logo sebuah brand. Tak tanggung-tanggung, permintaan itu datang dari luar negeri yakni Australia dan Cile. (Zuq/M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More