Antara Rusia dan NTT

Penulis: SURYANI WANDARI PUTRI Pada: Minggu, 27 Mei 2018, 05:30 WIB Pesona
Antara Rusia dan NTT

MI/PIUS ERLANGGA

BUSANA berpotongan longgar, berdetail feminin yang kemudian dikemas mewah tapi tetap effortless. Begitulah yang selalu ditampilkan Biyan Wanaatmadja dalam koleksi-koleksinya. Meski begitu, nuansa segar dan efek kejutan tidak pernah tertinggal. Hal itu pula yang terlihat dalam  koleksi terbarunya yangdiperlihatkan pada Selasa, (22/5), di Ritz Carlton, Jakarta.

Koleksi dari lini pertamanya itu, Biyan, menonjolkan motif bunga-bunga yang ditampilkan baik dalam printing maupun sulaman. Salah satu tampilan apiknya tertuang pada set busana yang terdiri dari celana kulot, blus bermotif bunga-bunga kecil dan luaran berbahan tulle dengan sulaman bunga dalam ukuran besar. Bunga-bunga itu tampil menonjol dalam palet warna yang kuat di atas bahan berwarna off white.

Warna dasar off white dengan bunga  warnawarni juga diterapkan pada gaun maxi. Tidak melulu putih, ada pula busana-busana bernuansa lebih gelap. Seperti gaun berwarna kehitaman dengan aplikasi bungabunga berwarna kuning cerah. Selain itu, Biyan juga bermain dengan warna merah marun dan biru tua yang diberikan bungabunga berwarna perak.

Selain bahan tulle, Biyan juga banyak menggunakan sutra. Dengan bahan-bahan yang ringan, gaya bertumpuk yang diterapkan pun tidak terlihat berat. Biyan menjelaskan koleksi musim semi panas 2019 itu terinspirasi dari pengalamannya mengunjungi museum di berbagai negara. Salah satu yang ia kagumi ialah kepekaan penggunaan palet warna pelukis wanita abad ke-19 asal Rusia, Ivan Kuzmich Makarov.

Meski mengaku bukan penggemar lukisan bergaya realis, tapi ia menemukan daya tarik tersendiri. “Saya coba menampilkan sisi Ivan dalam siluet koleksi ini. Akan tetapi, fesyen harus mengikuti eranya dan saya tidak ingin terlalu larut. Saya tetap menuangkan  alam abad sekarang. Ya, koleksi ini bisa dikatakan bergaya modern victorian,” kata desainer yang sudah 36 tahun berkarya itu.

Lebaran eksotis

Siluet longgar dan motif yang berani juga terlihat di koleksi lini pertama Itang Yunasz. Lini yang bernama sesuai sang desainer  itu mengangkat keindahan motif Tenun ikat Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada gaun panjang  berwarna merah marun dengan detail motif khas NTT, Itang menyematkan material lace berwarna senada di bagian pinggang, lengan, serta bawah gaun.

Pengaplikasiannya menggunakan teknik kerut sehingga mendapatkan tampilan flowy. Potongan asimetris dan detail kerut di salah satu sisi hadir pada atasan yang dipadukan legging bermotif ikat NTT dengan teknik cetak digital.

“Koleksi beragam, mulai dari kaftan, tunik, blus, legging, juga kulot. Ada bubuhan hiasan manik- manik yang mengikuti alur motif tenun ikat untuk memperkuat kesan mewah,” kata Itang Yunasz seusai melakukan konferensi pers di acara Ramadhan In Style Plaza Indonesia, Jakarta, Senin, (21/5).

Bagi penyuka busana sederhana, Itang memberikan pilihan dengan koleksi di lini utama Itang Yunasz, bernuansa putih dengan detail bordir bunga yang tidak mencolok.

Seperti pada gaun panjang berpotongan h-line, dengan material brukat dan bubuhan manik serta bebatuan di bagian dada.

Gaun tampak bertingkat, kemudian ditambah balutan outer berbahan menerawang dan detail bordir bunga. Tampilan lain yang memberikan kesan sederhana sekaligus mewah pada tunik dengan padanan dua material, sutra sifon dengan brukat. Itang tidak melepaskan hiasan manik dan batu serta tidak berlebihan, justru tampil manis dengan paduan celana pallazo berwarna  senada. Desain bergaris feminin ini khusus dibuat Itang untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. (Wnd/M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More