Berbuka ala Turki

Penulis: RIZKY NOOR ALAM Pada: Sabtu, 26 Mei 2018, 23:00 WIB Kuliner
Berbuka ala Turki

MI/ADAM DWI

HARUM makanan yang menggugah selera langsung tercium saat memasuki Arts Cafe di Hotel Raffl es Jakarta. Beragam hidangan khas Turki diolah langsung dua chef dari Swissotel Bosphorus yaitu Chef Ismail dan Chef Bayram. Tidak hanya semata makanan khas Turki, tapi juga pernak-perniknya khas negeri tersebut hadir di Turkish Bazaar.

Mayoritas hidangan terbuat dari daging domba. Ada beef kulwasta, grill kofte (bakso grill khas Turki yang terbuat dari daging domba dan anak sapi), adana kebab, maupun chicken shawarma. Chicken shawarma yang dihidangkan memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang gurih serta daging ayam berbumbu yang sudah diiris tipis tersebut.

Hidangan ayam ini dapat Anda nikmati dengan atau tanpa roti. Dari semua hidangan itu ada satu hidangan yang spesial, yakni kuzu tandir. Kuzu tandir merupakan daging anak domba yang dimasak dalam garam dan dipanggang dalam oven tanah liat. Daging itu disajikan dengan nasi yang dimasak dengan kismis dan kacang almond.

Tekstur dagingnya amat lembut dengan bumbu- bumbu khas Turki yang meresap. Sebagai penutup, Anda patut mencicipi pencuci mulut khas Turki, yakni baklava. Filo pastry yang disusun berlapis dengan kacang pistachio dan disiram dengan sirup yang manis. Baklava ini terkenal renyah dan manis.

Untuk menikmati beragam makanan khas Turki di turkish festival tersebut Anda cukup membayar dengan biayaRp485.000++ per orang.

Kerajaan tempo dulu
Tema Turki juga diusung Keraton at The Plaza Hotel, Jakarta, untuk berbuka puasa. Hal yang membedakannya ialah hidangan yang dihadirkan merupakan makanan Turki di era Kesultanan Ottoman alias makanan-makanan kerajaan tempo dulu. Bertempat di restoran Bengawan, Keraton at The Plaza Hotel Jakarta, dalam menghidangkan sajian Turki-nya juga mendatangkan Chef Gokhan Mert dari St Regis Istanbul.

Di sini Anda akan menemukan nohutlu pilav (nasi yang dimasak dengan chickpeas), manti (daging yang dibungkus dengan kulit pangsit), hunkar begendi (masakan khas Ottoman yang terbuat dari potongan daging yang disajikan dengan terung yang dihancurkan), terkibi cesidiye (masakan khas Ottoman sejak abad 15 yang terbuat dari casserole daging domba yang dicampur dengan kacang-kacangan dan buah-buahan), bezelyeli tauk, haydari, saksuka, biber delma, pembe sultan, coban salad, nohur salad, patates salad, acili ezme, dan yaprak salma.

“Ramadan tahun ini datang di musim panas, jadi kami ingin menya jikan makanan yang lebih ringan seperti pilaki, salad coban, dan beberapa dolma. Ada 2 jenis sup yang disajikan, yang paling umum adalah tarhana corbas (sup tomat tradisional Turki dengan keju dan rempah-rempah) dan ezogelin corbas (sup miju-miju tradisional Turki dengan rempah-rempah).

Untuk pencuci mulutnya yang paling favorit adalah gullac dan baklava,” jelas Chef Gokhan (15/5). Untuk menikmati hidangan Turki dan Ottoman di restoran Bengawan tersebut, Anda harus mengeluarkan biaya sebesar Rp418.000++ per orang. (M-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More