Menjadi Warganet yang Cerdas

Penulis: Duwik Prapti Windati Universitas Negeri Yogyakarta Pada: Sabtu, 26 Mei 2018, 08:00 WIB Surat Pembaca
Menjadi Warganet yang Cerdas

Tiyok

BERDASARKAN data Tetra Pak Index 2017, pengguna internet di Indonesia sebanyak 132 juta orang. Dari jumlah tersebut hampir setengahnya ialah pecandu media sosial (medsos). Sayangnya, dari jumlah yang banyak itu tidak semua pengguna internet ialah pengguna yang cerdas.

Hal tersebut didasarkan pada data yang dirilis Polri mengenai jumlah kasus cybercrime 2017 yang mencapai 5.016 kasus. Di antara kasus tersebut, sejumlah 3.325 kasus merupakan kejahatan hate speech atau ujaran kebencian.

Ujaran kebencian adalah perkataaan individu atau kelompok yang mengandung maksud provokasi, hinaan, dan hasutan terhadap individu atau kelompok lain. Di Indonesia sendiri, telah disahkan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang di dalamnya juga terdapat aturan mengenai kejahatan ujaran kebencian.

Untuk mencegah terjadinya kejahatan ujaran kebencian, maka sebagai orang yang aktif dalam dunia maya, warganet harus cerdas dalam menggunakan medsos. Bagaimana caranya?

Pertama, netizen harus berhati-hati dengan judul yang provokatif. Jangan hanya membaca informasi melalui judulnya saja. Baca keseluruhan isi informasi dan memeriksa dengan fakta yang terjadi penting dilakukan agar tidak terbawa provokasi.

Kedua, cermati sumber informasi. Pastikan bahwa informasi yang dibaca bukan berasal dari konten abal-abal. Selain itu, cermati pula informasi dari sumber lain. Apabila informasi hanya dirilis dari satu sumber saja, kita tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Kita juga harus mampu membedakan informasi yang didasarkan pada fakta dengan opini.

Ketiga, aktif mengikuti informasi yang dirilis oleh sumber resmi. Alangkah baiknya bila kita mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi juga agar tidak terjebak informasi hoaks. Namun, tidak berarti kita harus pasrah terhadap apa yang dirilis sumber resmi seperti pemerintah. Sebagai warga negara yang baik kita juga harus bersikap kritis.

Pada intinya kita sebagai warganet harus bersikap kritis terhadap informasi yang beredar. Dengan begitu kita tidak akan mudah terbuai oleh informasi provokatif dan dapat mengambil keputusan yang tepat bagaimana menyikapi suatu informasi.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More