Menuju Green Hospital

Penulis: (FD/M-4) Pada: Sabtu, 26 Mei 2018, 05:00 WIB Jendela Buku
Menuju Green Hospital

Dok MI

LINGKUNGAN rumah sakit merupakan laboratorium alam untuk mengenali keanekaragaman hayati. Beranjak dari itulah, Biodiversity Warriors (BW) yang berisi sekelompok anak muda menyusun sebuah buku berjudul Upaya menuju green hospital melalui program keanekaragaman hayati.

Melalui pengamatan keanekaragaman hayati di lingkungan Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, penulis menemukan beraneka ragam jamur, flora, dan satwa liar perkotaan yang habitatnya berada di sekitar RS.

Buku mungil seukuran telapak tangan itu merupakan hasil kerja sama antara RS Dharmais, Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI dengan Universitas Nasional. "Kami berkesempatan melakukan pengamatan keanekaragaman hayati yang kemudian dirangkum dan disusun menjadi buku," kata Direktur Komunikasi dan Penggalangan Sumber Daya Yayasan KEHATI Fardila Astari, saat peluncuran buku tersebut, April lalu.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais Prof Abdul Kadir mengatakan, sebagai RS yang ramah lingkungan atau green hospital, pihaknya ikut menerapkan konsep sustainability atau berkelanjutan dengan memelihara sejumlah flora dan fauna. "Karena sustainable hospital sudah menjadi kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan," sebutnya.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More