R Disebut Membunuh Grace di Rumahnya Sendiri

Penulis: Dede Susianti Pada: Jumat, 25 Mei 2018, 21:20 WIB Megapolitan
R Disebut Membunuh Grace di Rumahnya Sendiri

MI/DEDE SUSIANTI

R, anak yang baru lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu, resmi jadi tersangka pembunuhan Grace Gabriela Bimusu, 5, warga Perumahan Bogor Asri, Blok K 3/3, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (25/5).

Dari rilis pengungkapan yang digelar Polres Bogor, di GOR Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Jumat (25/5) petang, pembunuhan terhadap Grace terjadi pada Minggu, 30 Mei 2018 lalu, sekitar pukul 10.00 WIB.

Terungkap juga pelaku R membunuh Grace di rumahnya sendiri. Dan kepada penyidik, R mengakui dia membunuh Grace dengan tangannya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan, menyebutkan, dari hasil pemeriksaan dan diakui R, serta hasil rekonstruksi, korban dihilangkan nyawanya di rumahnya (pelaku). Barang-barang untuk menjalankan aksinya pun, semuanya berasal atau yang ada dan didapat di dalam rumahnya.

"Eksekusi dilakukan di rumahnya sendiri. Kebetulan pagi hari, pelaku dalam keadaan sendirian di rumah. Bapaknya kerja, ibu antar sekolah adiknya. Kondisi rumah sepi dan dia sendirian," jelas Kasat saat rilis kasus tersebut di GOR Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Jumat (25/5) petang.

Dari hasil autopsi, korban meninggal akibat kehabisan napas. Dengan tangannya sendiri pelaku membekap mulut Grace. Terkait kekerasan seksual, Kasat menyebutkan masih dalam proses pendalaman.

"Terkait itu tersangka belum mengakui. Hanya mengakui membunuh. Kalau hasil visum, kita akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap dokter. Sehingga memang apa yang jadi persangkaan penyidik sesuai dengan pengakuan yang bersangkutan dan saksi-saksi," jelasnya.

Pengakuan langsung pelaku, lanjut Kasat, mayat korban langsung diletakkan di lokasi penemuan (kebun singkong), sekitar 100 meter dari rumahnya.

"Tidak disimpan. Langsung dibawa ke kebun oleh pelaku. Durasi eksekusi, langsung dikemas dibungkus atau dimasukkan ke karung beras dan diikat, kemudian dibawa ke kebun itu antara pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB," katanya.

Soal lamanya proses pencarian atau penemuan bungkusan karung itu, Kasat menyebutkan, kemungkinannya karena warga mencari benda hidup.

"Warga mengetahuinya Grace hilang. Mereka mencari benda hidup, bukan benda mati. Makanya ketika selintas melihat karung itu pun, terlewati. Tidak terlalu teliti melihat. Karena dengan ucapan, panggilan tidak menyahut, dianggap tidak ada di situ," terang Kasat.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Joko Bandung, mengatakan, soal kondisi keseharian di sekitar rumah korban dan pelaku. Menurut dia, memang pada jam-jam itu (waktu kejadian) suasana lingkungan rumah sepi. Karena anak-anak sekolah dan para orang dewasa beraktivitas kerja.

Pun demikian di rumah pelaku, karena pelaku baru saja lulus dari SMP, jadi kesehariannya di rumah. Kalau ada main PS (Play Station) di rental yang dekat dengan rumah.

"Kalau pagi bapaknya kerja di pabrik, ibunya kegiatan rutinnya mengantar adiknya sekolah TK dan dia suka tinggal sendiri di rumah," tuturnya.

Kasus ini terjadi pada Minggu, 30 Mei 2018. Saat itu, Grace dilaporkan hilang oleh Immi Nancy Elisa, ibunya, sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah dilakukan pencarian panjang, Grace ditemukan meninggal dalam kondisi tubuh terbungkus karung beras yang diikat di sebuah kebun singkong. Lokasi penemuan Grace hanya sekitar 100 meter dari rumah korban dan pelaku. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More