Ditolak KOKAM, Kegiatan Lintas Agama di Temanggung Batal

Penulis: Micom Pada: Jumat, 25 Mei 2018, 13:01 WIB Polkam dan HAM
Ditolak KOKAM, Kegiatan Lintas Agama di Temanggung Batal

Dok. MI/DHIKA

KEGIATAN lintas-iman milenial Peace Train Indonesia 5 (PTI 5) yang semula direncanakan di Temanggung, akhirnya dipindahkan ke Wonosobo akibat adanya penolakan dari salah satu kelompok ormas di Temanggung. Panitia PTI 5 pada Kamis (24/5) malam secara mendadak memindahkan acara ke Wonosobo--wilayah yang 2014 lalu mendeklarasikan Kota Ramah HAM.

Panitia acara, Koordinator PTI Frangky Tampubolon mengatakan, pemindahan itu dilakukan untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan, baik saat ataupun setelah kegiatan digelar.

"Keputusan ini diambil panitia juga demi menghormati masyarakat Temanggung terus berproses menghidupkan toleransi sejati, tanpa prasangka atau kecurigaan di antara elemen masyarakat," ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima Media Indonesia, Jumat (25/5).

Penolakan kegiatan itu, berawal dari masuknya surat imbauan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) tertanggal 22 Mei 2018 kepada Bupati Temanggung, Kapolres Temanggung dan Komandan Kodim Temanggung yang menegaskan agar pihak pemerintah dan keamanan meninjau ulang kegiatan PTI di Temanggung.

Pada tanggal 23 Mei, diadakan pertemuan ruang Kasat Intelkam Polres Temanggung antara panitia lokal PTI dengan Kapolres Temanggung, Danramil 0706, Kesbangpol dan Komando Kesiapsiagaan Angakatan Muda Muhamadiyah (KOKAM) Pimpinan Dewan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Temanggung yang mengirim kirim surat imbauan.

Kesimpulan dari pertemuan tersebut itu adalah keberatan KOKAM dengan pendapat antara lain, menjaga kondisi dan situasi Temanggung tetap aman, tidak ada gesekan antar elemen. Selain itu, menjaga kondusivitas dengan tidak melakukan kegiatan yang dapat memancing gesekan antar elemen dan atau membuat kondisi tidak nyaman di kemudian hari.

Meski demikian, ternyata tidak semua lembaga merasa keberatan dengan kegiatan PTI. Frangky mengungkapkan, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak mengaku tidak semua kelompok di Temanggung menolak kegiatan PTI, sebagaimana KOKAM. Hal itu disampaikan Dahnil kepada Fangky melalui komunikasi via Whatsapp.

"Saya sudah cek ke sahabat-sahabat saya di Temanggung, dan saya sama sekali tidak sepakat dengan surat itu, dan saya sangat kecewa dg hal tersebut, karena menurut saya pasti teman-teman Panitia Peace Train tdk akan menggelar kegiatan yang mengganggu ibada puasa dan taraweh di Temanggung, karena pasti semua sudah paham terkait kegiatan ibadah tersebut. Jadi, mas Frangky silahkan lanjutkan, dan saya mendukung aktivitas Peace Train tersebut. Saya sudah larang Kokam Pemuda Muhammadiyah untuk melakukan penghalangan2. Terimakasih. Salam Hormat. Dahnil Simanjuntak." Demikian isi pesan Dahnil yang dikutip Frangky dalam siaran rilisnya.

Dengan demikian menurut Frangky, penolakan secara resmi terhadap kegiatan PTI, hanya sikap dari KOKAM. Sehingga, pada 24 Mei pertemuan kembali diadakan di kantor Dinas Agama.

Pada saat itu, kegiatan PTI dianyatakan tetap dapat dilaksanakan di Temanggung, dengan menyesuaikan tempat diskusi dan live in ke Pendopo Kabupaten dan diperbolehkan mengundang tokoh agama. Hal itu, menurutnya, sesuai arahan dari pihak keamanan.

Namun karena beredarnya banyak informasi rancu yang beredar di masyarakat tentang kegiatan PTI, pada Kamis (24/5) pukul 23.00 WIB, panitia lokal dan penanggungjawab kegiatan memikirkan berbagai alternatif dan kemungkinan pelaksanaan kegiatan.

"Beredar banyak informasi rancu, salah satunya kristenisasi dan mengganggu warga muslim yang tinggal di lokasi kegiatan live ini peserta peace train. Dan berita-berita semacam ini menjalar sampai ke warga masyarakat. Karena itu demi keamanan warga dan tempat ibadah di lokasi kegiatan maka sejumlah panitia lokal mengundurkan diri dari rencana kegiatan peace train," ujar Frangky.

Panitia akhirnya memutuskan untuk memindahkan kegiatan ke Temanggung ke Wonosobo. Panitia mengharap situasi ini menjadi bahan studi maupun diskusi mendalam tentang toleransi dan keberagaman di Temanggung di kemudian hari. (RO/OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More