Uang Rampasan Yang Disimpan dari Tas Najib Capai Rp400 miliar

Penulis: Antara Pada: Jumat, 25 Mei 2018, 12:41 WIB Internasional
Uang Rampasan Yang Disimpan dari Tas Najib Capai Rp400 miliar

AFP PHOTO / Mohd RASFAN

KEPOLISIAN Diraja Malaysia (PDRM) menegaskan jumlah uang dari 35 di antara 72 tas yang dirampas dari kondominium Pavilion Residences di Jalan Raja Chulan Kuala Lumpur terkait mantan perdana menteri Najib Razak sebanyak RM 114 juta atau sekitar Rp400 miliar.

Direktur Jabatan Siasatan Jenayah Komersil atau Kepala Divisi Kejahatan Komersial Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), Amar Singh mengemukakan hal itu dalam jumpa pers di Tingkat 36 Menara 238 Jalan Tun Razak Kuala Lumpur, Jumat, terkait 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Pada 21 hingga 23 Mei 2018 polisi telah melakukan pemeriksaan pada tas-tas tersebut. Saat perampasan Jumat 18 Mei 2018 kami tidak bisa menilai secara tepat jumlahnya," ucapnya.

Amar Singh mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan pihak bank untuk menilai dan di dalam tas tersebut terdapat 26 jenis mata uang dengan jumlah yang berbeda.

"Untuk pemeriksaan kami telah meminta bantuan Bank Negara dan Bank Islam Malaysia untuk mengira jumlahnya. Kami menggunakan 11 mesin untuk menghitung dan 21 pegawai bank membantu memperkirakan," tuturnya.

Amar Singh mengatakan polisi masih menunggu ahli untuk menilai 37 tas lainnya yang berisi perhiasan dan barang-barang berharga lainnya yang dirampas pada Jumat, (18/5).

Amar Singh juga menjelaskan foto-foto yang dipasang di media sosial dan media cetak yang konon menunjukkan barang-barang yang disita dan uang tunai dari Najib saat penyergapan di kondominium merupakan foto-foto palsu.

"Semua itu foto-foto palsu. Saya telah menginstruksikan kepada petugas polisi bahwa mereka tidak diizinkan membawa ponsel mereka selama operasi mereka. Hanya petugas resmi yang diizinkan mengambil gambar," ujarnya.

Amar Singh meminta masyarakat tidak mempercayai foto-foto yang beredar dan tidak menyebarkannya karena polisi melakukan penyelidikan secara profesional terhadap rumah mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tersebut.

Dia mengatakan gambar barang-barang mewah yang disita seperti tas dan jam tangan akan dikirim ke para ahli di luar negeri, termasuk di Paris untuk tujuan otentifikasi. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More