Pembagian THR Diharapkan Dongkrak Konsumsi Masyarakat

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Kamis, 24 Mei 2018, 22:23 WIB Ekonomi
Pembagian THR Diharapkan Dongkrak Konsumsi Masyarakat

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

PERTUMBUHAN konsumsi rumah tangga (RT) pada Triwulan II 2018 diyakini lebih baik lantaran ditopang momentum Ramadan hingga penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Pada Triwulan I 2018, capaian pertumbuhan konsumsi RT tercatat 4,95% dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 56,80%.

"Banyak event yang terjadi (pada triwulan II 2018). Bukan hanya (pembagian THR), ada pula Ramadan dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Ini sebenarnya pertumbuhan (konsumsi RT) di triwulan II lebih baik. Secara normal pun memang lebih baik, apalagi ditambah adanya event-event tersebut," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution singkat saat ditemui di kantornya, Kamis (24/5).

Kendati demikian, Darmin enggan menyebut detil proyeksi pertumbuhan konsumsi RT yang dapat dicapai. Dalam memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, konsumsi RT disebutnya bukan menjadi satu-satunya komponen yang harus diperhatikan. "Jangan cuma lihat (pertumbuhan) konsumsi, tapi juga komponen yang lain," imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi sepanjang Triwulan I 2018 mencapai 5,06%. Laju pertumbuhan tersebut turut ditopang investasi melalui pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dengan pertumbuhan sebesar 7,95%. 

Komponen PMTB berkontribusi cukup besar dalam struktur PDB, yakni 32,12%. Selanjutnya, kinerja ekspor dengan kontribusi 21,12% memiliki tingkat pertumbuhan sebesar 6,17%. Di lain sisi, kinerja impor mengalami pertumbuhan lebih tinggi sebesar 12,75%.  Alhasil pertumbuhan impor menggerus PDB hingga 20,79%. 

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan pemerintah belum melakukan perhitungan detil perihal dampak penyaluran THR terhadap konsumsi RT. Kendati demikian, dia optimistis pertumbuhan konsumsi RT triwulan II 2018 lebih tinggi dari realisasi periode sebelumnya.

"Bahwa konsumsi di level rumah tangga yang miskin selama ini sangat terbantu dengan program seperti Dana Desa dan Program Keluarga Harapan (PKH). Sedangkan kelas menengah ini yang diharapkan menggerakkan (konsumsi RT). Kita berharap Triwulan II 2018 konsumsinya lebih tinggi dari kuartal kemarin," ucap Sri Mulyani, seusai mengikuti buka bersama di Kemenko Bidang Perekonomian.(E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More