Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Grace Ricuh

Penulis: Dede Susianti Pada: Kamis, 24 Mei 2018, 18:36 WIB Megapolitan
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Grace Ricuh

MI/Dede Susianti
Rekonstruksi kasus kematian Grace digelar tim dari Sat Reskrim Polres Bogor Kamis (24/5).

KEMATIAN Grace Gabriela Bimusu, bocah 5 tahun yang ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi terikat dalam karung di kebon singkong pada 1 Mei lalu, mulai terungkap. Kamis (24/5), tim dari Sat Reskrim Polres Bogor menggelar rekontruksi kejadian.

Rekonstruksui yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB itu mendapat pengawalan dan pengamanan ketat. Puluhan personel bersenjata disiagakan. Sementara area-area yang jadi titik rekontruksi disterilkan. Warga dan media pun dilarang untuk mendekat dan mengambil gambar.

Rekontruksi pun sempat diwarnai kericuhan yang terjadi akibat pihak keluarga tidak diperbolehkan untuk melihat. Beberapa anggota keluarga Grace sempat mengamuk.

Area rumah korban dan rumah pelaku yang tidak berjauhan, serta tempat kejadian pun riuh karena dipenuhi warga yang ingin menonton. Polisi pun sempat mengeluarkan tembakan ke udara untuk membubarkan warga.

Kericuhan terjadi ketika melihat R turun dari mobil hingga R digiring ke rumahnya.

Rekontruksi dilakukan di dua titik yakni di rumah R dan di Kebun Singkong, lokasi Grace ditemukan di dalam karung.

Terkait kasus ini pihak Polres rupanya cukup berhati-hati. Baik Kapolres Bogor maupun Kasat Reskrim Polres masih bungkam soal pelaku dan motifnya. Bahkan, keduanya enggan berkomentar terkait rekonstruksi.

"Doain saja keungkap. Kita masih olah TKP, cek kembali. Kembali ke TKP. Mulai lagi urut sampai ketemu. Pengungkapan kasus seperti ini, kembalinya ke TKP. Kalau yang dicurigai banyak," ujar Kapolres Bogor AKBP Andi Mochammad Dicky Pastika Gading, sebelum rekontruksi dimulai.

Sementara itu, pihak keluarga merasa kecewa karena tidak diikutkan dalam proses rekontruksi. "Memang terjawab. Pelakunya sudah keungkap. Tapi kami kecewa, kami ingin melihat apa yang diperbuat dia ke anak saya," kata Jemi Ananias Bimusu, ayah Grace, ditemui di rumahnya, usai rekontruksi.

Sementara itu Immi Nancy Elisa, ibu Grace, tampak menangis saat rekontruksi mau dimulai. Tangisnya kian menjadi di pelukan kerabatnya, saat pelaku diturunkan dari mobil dan dibawa ke rumahnya. (OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More