Ngopi Dulu!

Penulis: Ronal Surapradja Pada: Kamis, 24 Mei 2018, 12:03 WIB celoteh
Ngopi Dulu!

MI/ROMMY PUJIANTO

SAHUR tadi pagi sambil menikmati makan, saya chat di Whatsapp grup U2 Indonesia Community membahas mengenai konser U2 yang sedang tour Experience + Innocence untuk Amerika dan Eropa. Saat mereka ada tour seperti ini ibaratnya 'bulan suci' duniawi bagi kami para pemuja empat sahabat dari Dublin ini karena artinya ada kesempatan bagi kami untuk menonton mereka secara langsung meski usaha yang harus dilakukan tidaklah ringan hehehe.

Karena kecintaan terhadap U2, saya dan beberapa teman memiliki ide untuk membuat tempat komunitas berkumpul, dan kedai kopi kami sepakati sebagai bentuknya. Tempatnya ada di daerah Dago Bandung, namanya Yutu Kopi. Kedai kopi memang sedang menjamur. Ada yang saking terkenalnya sampai membuat Presiden mampir atau kedai kopi yang menjadi favorit seorang pengacara terkenal yang membuat keduanya selalu dipenuhi pengunjung atau ojek online yang mengambil orderan. Kalau saya sih bermimpi suatu hari nanti kedai kopi kami dikunjungi personel U2 hehehe.

Minum kopi sudah menjadi budaya dunia. Nah, dari pengamatan saya terhadap teman yang suka minum kopi, saya membaginya jadi beberapa tipe. Yang pertama ialah si caffeineholic.

Mereka tidak terlalu peduli rasa kopi yang diteguknya. Yang mereka butuhkan dari secangkir kopi ialah efek dari kafeinanya. Bagi mereka, kopi berfungsi untuk membuat semangat dan menghilangkan rasa kantuk. Seorang pecandu kafeina menganggap kopi sebagai minuman yang fungsional dan bagi mereka kopi yang baik ialah yang berkafeina tinggi.

Yang kedua ialah si peminum kopi instan. Mereka tak peduli soal tetek bengek pembuatan kopi. Bagi mereka kopi yang terbaik adalah kopi yang enak, mudah dibuat, dan murah di kantong. Mereka pun anteng ketika kemarin sempat ramai di media sosial tentang 'kopi itu digiling bukan digunting' yang berawal dari postingan sebuah badan pemerintah.

Ketiga ialah si ngopi cantik. Mereka adalah social drinker yang memiliki mantra 'ngopi yuk!' Lalu, berangkat ke kedai kopi favorit tanpa benar-benar minum kopi pada saat mereka tiba di kedai kopi. Bagi mereka kegiatan ngopi ialah saat untuk bersosialisasi bersama kolega dan teman. Tipe ini biasanya kurang tahu tentang seluk-beluk kopi. Bagi mereka ngopi tak selalu tentang minum kopi.

Lalu, yang terakhir ialah si penikmat kopi sejati. Mereka tahu benar kopi apa yang mereka mau. Mereka termasuk 'rewel' dalam menikmati kopi mulai dari memilih jenis kopi yang sesuai dengan aroma, acidity, body, flavor, dan aftertaste, juga memperhatikan cara me-roasting kopi, mensyaratkan ketepatan suhu air yang digunakan, takaran bahan, hingga metode penyajian. Bahkan, untuk level yang lebih advanced lagi mereka membuatnya sendiri.

Bagi mereka, minum kopi ialah ritual, bukan pelepas dahaga. Jadi, siapa yang di bulan puasa ini mengakhiri sahur dan mengawali buka puasa dengan kopi? (H-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More