Korut Tantang AS Perang Nuklir

Penulis: Denny Parsaulian Pada: Kamis, 24 Mei 2018, 09:29 WIB Internasional
Korut Tantang AS Perang Nuklir

AFP

KOREA Utara (Korut) mengancam mempertimbangkan kembali partisipasi Kim Jong-un dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada bulan depan. Mereka menyebut semuanya tergantung pada AS, "apakah ingin menemui kami di ruang pertemuan atau menemui kami pada perang nuklir".

Pernyataan itu datang sehari setelah Trump menyatakan ia akan menunda atau membatalkan KTT, yang dijadwalkan diadakan di Singapura pada 12 Juni, jika Korut tidak memenuhi kondisi tertentu. Namun, Trump tidak merinci kondisi yang dimaksud itu.

Seorang pembantu dekat Kim mengeluarkan pernyataan terhadap pemerintahan Trump, Kamis (34/5) pagi, dengan menyebut Wakil Presiden Mike Pence sebagai 'boneka politik'. Hal itu mengacu pada komentarnya di Fox News pada Senin (21/5).

"Sebagai orang yang terlibat dalam urusan AS, saya tidak dapat menahan keterkejutan saya atas pernyataan bodoh seperti itu betul keluar dari mulut seorang wakil presiden AS," kata Choe Son Hui, wakil menteri luar negeri yang sebelumnya adalah pejabat tinggi rezim yang bertanggung jawab atas hubungan dengan AS. Putri dari mantan perdana menteri, dia juga diduga memiliki akses langsung ke Kim.

Pada Senin (21/5), hanya beberapa hari setelah seorang Korut mencibir penasihat keamanan nasional John Bolton karena menyebut tentang "model Libia" untuk denuklirisasi Utara, Pence menguatkan analogi itu.

"Presiden sudah menjelaskan, ini hanya akan berakhir seperti model Libia berakhir jika Kim Jong-un tidak membuat kesepakatan," kata Pence kepada Fox News .

Ditanya apakah ini bisa ditafsirkan sebagai ancaman, Pence menjawab dengan berkata: "Saya pikir itu lebih dari fakta."

Sebagai persiapan KTT, baik Bolton dan Pence telah menyebut-nyebut model Libia dengan Moammar Gaddafi menyerahkan program senjata nuklirnya pada 2003 agar tidak mendapat sanksi.

Rezim Korut tahu persis apa yang terjadi beberapa tahun kemudian. Gaddafi digulingkan dan dibunuh secara brutal oleh lawan-lawannya pada tahun 2011. (Washington Post/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More