RUPST Bank Bukopin Setujui Right Issue

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Rabu, 23 Mei 2018, 10:08 WIB Ekonomi
RUPST Bank Bukopin Setujui Right Issue

ANTARA/HO

RAPAT Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Bukopin Tbk yang dipimpin Komisaris Utama (Independen) Karya Budiana memutuskan terkait penggunaan laba bersih Perseroan, pemberian tantiem kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, penunjukan kantor akuntan publik untuk pemeriksaan laporan keuangan Perseroan Tahun Buku 2018 beserta penetapan honorariumnya, serta penetapan honorarium, gaji dan/atau tunjangan bagi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo mengungkapkan beberapa agenda lainnya yang disahkan pada RUPST adalah menyetujui kembali rencana Perseroan untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas IV dengan Hak Memesan Efek Terlebih  Dahulu  (Rights Issue).

“RUPST juga menyetujui penggunaan seluruh laba bersih Perseroan tahun buku 2017 dialokasikan sepenuhnya untuk memperkuat permodalan,” jelas Eko, melalui rilis yang diterima, Rabu (23/5).

Akibat kinerja keuangan perusahaan yang belum sesuai target, RUPST juga menyetujui usulan untuk tidak memberikan tantiem untuk Tahun Buku 2017 kepada Dewan Komisaris dan Direksi.

Eko optimistis penyegaran di tubuh manajemen Bank Bukopin akan semakin mendukung rencana Perseroan untuk memacu kinerja dan pertumbuhan bisnis.

"Dengan disetujuinya kembali rencana pelaksanan rights issue, Perseroan akan dapat fokus mengeksekusi rencana untuk memperkuat permodalan dan melakukan ekspansi," katanya.

Rapat juga mengesahkan penunjukan Mantan Menneg BUMN Mustafa Abubakar sebagai Komisaris Utama Independen Perseroan.

Mustafa Abubakar sebelumnya merupakan Menneg BUMN pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Sebelum di Bank Bukopin, Mustafa juga pernah menduduki jabatan sebagai Komisaris Utama di BRI dan sebelumnya sempat menjadi Direktur Utama Perum Bulog.

Keberadaan Mustafa Abubakar sebagai Komisaris Utama Independen Bank Bukopin diharapkan dapat memperkuat fungsi supervisi dan pelaksanaan tata kelola di Perseroan.

Bersamaan dengan penetapan Mustafa Abubakar, RUPST juga mengesahkan pengunduran diri Karya Budiana dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Independen untuk selanjutnya ditetapkan sebagai Komisaris Independen.

Selanjutnya, M Rachmat Kaimuddin ditetapkan sebagai Direksi, mengisi posisi lowong yang ditinggalkan oleh Setiawan Sudarmaji yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Operasi.

Saat ini, Rachmat Kaimuddin juga menjabat sebagai Chief Financial Officer di PT Bosowa Corporindo, pemegang saham pengendali Bank Bukopin.

Untuk mengisi posisi Komisaris yang lowong karena ditinggalkan Rachmat Kaimuddin, RUPS kemarin juga mengesahkan penunjukan M Subhan Aksa sebagai Komisaris Bank Bukopin.

Subhan Aksa  merupakan salah satu pemegang saham dari 30% kepemilikan PT Bosowa Corporindo di Bank Bukopin.

Sementara itu, pemerintah menunjuk Susiwijono untuk duduk sebagai Komisaris di Bank Bukopin menggantikan Luky Alfirman yang mendapatkan penugasan lain.

RUPS juga menyetujui pengunduran diri Parikesit Suprapto dari Komisaris Independen.

Sebelumnya, RUPS Luar Biasa pada 10 Januari 2018 telah menyetujui penunjukan Eko Rachmansyah Gindo sebagai Direktur Utama dan Rivan A Purwantono Direktur Bank Bukopin.

Dalam RUPST kemarin, manajemen melaporkan bahwa keduanya telah efektif menjabat setelah dinyatakan lolos uji kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More