IPO, Pizza Hut Indonesia Perluas Jaringan Gerai

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Rabu, 23 Mei 2018, 10:00 WIB Ekonomi
IPO, Pizza Hut Indonesia Perluas Jaringan Gerai

MI/PANCA SYURKANI

PT Sarimelati Kencana Tbk yang juga dikenal sebagai Pizza Hut Indonesia mencatatkan sekitar 604 juta saham baru dari hasil Initially Public Offfering (IPO) atau Penawaran Umum Perdana di Bursa Efek Indonesia.

Masa penawaran umum telah dilakukan pada 17-18 Mei 2018 dan masa penjatahan dilakukan pada 21 Mei 2018. Dengan harga penawaran Rp1.100 per saham dan total saham yang dijual sebanyak 604.375.000 saham, perseroan mendapatkan dana senilai Rp664.812.500.

Bersamaan dengan pencatatan sebesar 604.375.000 saham baru yang berasal dari portepel atau sebesar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham, maka perseroan juga akan mencatatkan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham sebelum penawaran umum perdana saham sebesar 2.417.500.000 saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum Perdana saham.

Dengan demikian, jumlah saham yang akan dicatatkan perseroan di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 3.021.875.000 (tiga miliar dua puluh satu juta delapanr atus tujuh puluh lima ribu) saham atau sebesar 100% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum saham ini.

Rencana penggunaan dana hasil penawaran umum adalah sekitar 65% akan digunakan untuk meningkatkan belanja modal perseroan, baik untuk pembukaan gerai baru maupun renovasi gerai-gerai Pizza Hut Restaurant (PHR) dan Pizza Hut Delivery (PHD).

Perseroan berencana memperluas jaringan gerainya ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, Indonesia Timur, dan daerah lainnya. Sisanya sekitar 35% akan digunakan untuk pembayaran sebagian fasilitas pinjaman bank.

Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk Jeo Sasanto optimistis bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat akan memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan sektor restoran, terutama dari tingginya pertumbuhan konsumsi dari kelas menengah di kota-kota besar di Indonesia.

Kondisi tren tersebut diharapkan dapat berperan dalam mendukung pertumbuhan Perseroan kedepannya.

"Hal ini disertai dengan fokus Perseroan pada kualitas makanan serta variasi menu yang terus disempurnakan dengan target konsumen kelas menengah," tukas Jeo. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More