DKI Didorong Pelopori Pendataan Imunisasi

Penulis: (Ind/H-2) Pada: Rabu, 23 Mei 2018, 03:45 WIB Kesehatan
DKI Didorong Pelopori Pendataan Imunisasi

MI/ BARY FATHAHILAH

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah DKI Jakarta untuk memelopori pendataan imunisasi warganya atau regional registry immunization (RRI).Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Napza, Sitti Hikmawatty, mengatakan beberapa negara maju menjalankan sistem National Registry Immunization (NRI). Diharapkan, RRI yang dilakukan DKI nantinya bisa menjadi cikal dari NRI sehingga negara memiliki sendiri catatan imunisasi setiap warganya, khususnya anak-anak.

"Dengan adanya pencatatan yang tersistem secara baik ini, bila terjadi kasus wabah tertentu, akan mudah penanganannya," ujar Hikmawatty melalui siaran pers, Selasa (22/5). Selain itu, dengan adanya catatan lengkap yang dimiliki negara, dapat memudahkan orangtua jika lupa menyimpan data-data menyangkut imunisasi anak mereka. Karena itu, KPAI mendorong DKI Jakarta sebagai ibukota negara untuk memelopori pembuatan catatan tersebut.

"Cakupan imunisasi minimal 80% sangat diperlukan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan komunal. Untuk mengetahui pencapaian angka tersebut, butuh pencatatan yang rapi dan tersistem. Di sinilah pentingnya RRI. Pak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sudah setuju DKI akan menata RRI sebagai pintu masuk Indonesia menuju NRI," tutur Hikmawatty.

Ia menambahkan, cakupan imunisasi yang tinggi sangat diperlukan di DKI Jakarta. Sebab sebagai ibukota, dinamika perpindahan penduduk sangat tinggi sehingga akan berkorelasi juga dengan tingginya interaksi virus yang terbawa ke wilayah DKI. Imunisasi merupakan cara untuk menangkal penyebaran penyakit infeksi menular. Oleh karena itu, KPAI juga mendukung kebijakan pemberian sertifikat bagi anak yang sudah mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap.

"Itu dilakukan sebagai upaya preventif pemerintah untuk melindungi anak-anak terhadap penularan penyakit-penyakit tertentu," pungkasnya. (Ind/H-2)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More