Bank Mayapada Bagikan Dividen Rp273 Miliar

Penulis: E-3 Pada: Selasa, 22 Mei 2018, 04:30 WIB Ekonomi
Bank Mayapada Bagikan Dividen Rp273 Miliar

MI/Adam Dwi

RAPAT Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mayapada Internasional Tbk (Bank Mayapada) menyepakati pembagian dividen sebesar 40% dari laba bersih atau sekitar Rp273 miliar.

"Pembagian dividen tersebut setara dengan Rp50 per lembar saham," ungkap Presiden Direktur Bank Mayapada Haryono Tjahjarijadi dalam RUPST Bank Mayapada di Mayapada Tower 2, Jakarta, kemarin.

Melalui keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Haryono melanjutkan perseroan juga menetapkan penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2017 dengan capaian laba perseroan sebesar Rp675 miliar. Dari jumlah laba bersih 2017 tersebut, perseroan akan menyisihkan untuk cadangan sampai dengan total cadangan mencapai 20% dari total modal disetor.

"Dengan ini kami (Bank Mayapada) mencadangkan sebesar 2,44% dari laba bersih tahun 2017 yakni sebesar Rp16,5 miliar," tambah Haryono.

Sisa laba perseroan 2017 sebesar Rp385,6 miliar akan dicatatkan sebagai laba yang ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.

"Selanjutnya, kami memberikan kuasa kepada direksi untuk menentukan ataupun mengatur tentang jadwal dan tata cara pembagian dividen sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," terang Haryono.

Haryono menambahkan, dalam RUPST tersebut juga disetujui penunjukan kantor akuntan publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berpengalaman untuk memberikan jasa audit atas laporan keuangan 2018 dengan memperhatikan rekomendasi komite audit dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

Sebagai informasi, pada tahun lalu Bank Mayapada memutuskan pembagian di-viden sebesar Rp196,77 miliar atau 24% dari laba bersih 2016. Nilai tersebut setara dengan Rp40 per saham. Adapun sisa laba bersih 2016 yakni sebesar Rp603,41 miliar dicatatkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan.

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More