BNI Optimalkan Serap Gabah Petani

Penulis: AD/Ant/N-2 Pada: Selasa, 22 Mei 2018, 01:15 WIB Nusantara
BNI Optimalkan Serap Gabah Petani

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

PANEN raya program serap gabah di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kemarin, berlangsung istimewa. Panen raya oleh petani yang difasilitasi BNI itu dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut BNI Achmad Baiquni, dan direksi sejumlah BUMN. "BUMN terus mendukung program penyerapan gabah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Di Jawa Barat, BNI akan membantu petani lewat program kartu tani," kata Rini.

Kartu tani, lanjutnya, merupakan identitas bagi petani untuk mendapatkan subsidi pupuk, bibit, dan juga bisa digunakan untuk biaya hidup selama empat bulan. "Mereka tidak harus pergi ke tengkulak karena biaya hidup sudah menjadi bagian KUR."

Menteri berharap program yang dijalankan BUMN untuk petani itu dapat meningkatkan kesejahteraan karena BUMN membeli gabah dengan harga yang baik. "Kami benar-benar ingin membantu petani meningkatkan kesejahteraan dan perbaikan pendapatan."

Sejak Oktober 2017, BNI sudah melaksanakan mandat untuk menggulirkan program kewirausahaan pertanian di Garut. BNI melakukan penguatan kelembagaan, baik bagi petani maupun badan usaha yang menaungi petani.

Dalam program itu BNI mendo-rong terbentuknya dua perusahaan, yaitu PT Mitra Desa Bersama (MDB) Banyuresmi dan PT MDB Kadungora. Salah satu wujud dari program tersebut ialah panen raya serap gabah di Desa Sukabakti. Lahan panen mencapai 6.500 meter persegi.

Di Garut, seperti diungkapkan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, pihaknya telah menyalurkan 7.615 kartu tani. "Kartu tani bisa digunakan untuk mendapatkan pembiayaan kredit usaha rakyat BNI guna membantu permodalan usaha pertanian."

Saat ini, sebanyak 1.262 petani telah memperoleh pembiayaan KUR dari BNI senilai Rp8,15 miliar. BNI juga mengakuisisi 326 Agen 46 yang di dalamnya terdapat 56 agen kelompok tani dan 270 agen nonkelompok tani.

Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo menuturkan program serap gabah di Garut mengutamakan pembelian gabah pada harga pasar untuk para petani yang telah menjadi debitur KUR BNI dan pemegang kartu tani BNI. Dalam program itu BNI bekerja sama dengan PT Mitra Desa Bersama dan agen-agen.

"Tujuan kerja sama ialah mengintervensi pasar dan mempersingkat mata rantai, yang dulu biasanya melibatkan tengkulak dan penebas. Kini petani akan menerima pendapatan hasil panen lebih besar sehingga bisa lebih sejahtera," tambah Bambang.

Selain mendukung program serap gabah, di Garut, Menteri BUMN juga mengunjungi Mitra Desa Rice Mills yang dikelola MDB Kadungora. Pada unit penggilingan beras itu, BNI memberikan dukungan tanggung jawab sosial dalam bentuk bantuan mesin pengering gabah.

Menteri juga melakukan silaturahim ke Pondok Pesantren Darul Arqom dan ikut menyerahkan bantuan BNI untuk perbaikan Pesantren Utsmaniyah Al Musri yang terbakar pada 2017.

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More