Mengharap Rida dengan Warung Sedekah

Penulis: Micom Pada: Senin, 21 Mei 2018, 12:24 WIB Islam Nusantara
Mengharap Rida dengan Warung Sedekah

MI/Akhmad Safuan

RAMADAN memang bulan penuh berkah. Itu dirasakan para fakir miskin dan duafa di Kota Kudus, Jawa Tengah. Setelah sehari menahan haus dan lapar, mereka dapat berbuka puasa gratis di Warung Sedekah di trotoar Jalan Ahmad Yani, atau sekitar 20 meter dari alun-alun kota.

Sebuah warung sederhana dengan tenda berukuran 2x2 meter setiap sore jelang waktu buka puasa cukup ramai. Sebagian memilih membawa pulang makanan yang diambil, tak sedikit pula yang langsung menikmatinya di warung itu.

Fakir miskin dan duafa seperti tukang becak, pengemis, penyapu jalan, dan gelandangan menjadi langganan Warung Sedekah yang didirikan Sasmito atau biasa dipanggil Bosnia, 50, warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus.

"Setiap hari ratusan orang makan di warung ini karena gratis bagi orang-orang miskin seperti kami,'' kata Sunardi, 42, tukang becak yang biasa mangkal di Alun-Alun Kudus.

Pada Ramadan, Warung Sedekah buka setiap hari pukul 16.30 WIB. Berbeda dengan hari biasa yang buka hanya dua pekan sekali. Warung selalu ramai sehingga hanya dalam waktu kurang dari 2 jam, makanan dan minuman yang disajikan telah ludes.

Sasmito memang dermawan di warung itu. Namun, tidak jarang ada dermawan lain yang datang dengan mobil atau motor hanya untuk memberikan bantuan sehingga cukup membantu untuk lebih memperbanyak makanan dan minuman disedekahkan.

"Buka sudah sejak 2016. Pada bulan Ramadan ini buka setiap hari. Kalau hari biasa dua pekan sekali untuk memberi makan gratis kepada warga tidak mampu," kata Sasmito sambil menghindari wartawan yang akan mengambil gambarnya.

Di Ramadan ini, lanjut dia, setiap hari 200 bungkus nasi plus minuman air mineral dibagikan dan selalu habis saat magrib tiba. Jika ada tambahan donatur dari warga lain, jumlah makanan yang dibagikan gratis ditambah lagi. Menu yang disajikan di Warung Sedekah pun cukup komplet dan bervariasi. Ada telur, daging, sayuran, tahu dan tempe, serta menu lain yang setiap hari berubah agar tidak membosankan.

Dengan ditemani istri dan adik iparnya untuk melayani di warung, Sasmito mengaku warung itu didirikan dengan keikhlasan. Karena itulah ia menolak diambil gambarnya.

"Bukan apa-apa, jangan kurangi niat ikhlas hati saya untuk bersedekah. Saya takut ini akan menjadi ria karena apa yang kami lakukan ini hanya mengharap keridaan Allah semata," ucapnya merendah.

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 23 Jun 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More