Saatnya Mengoptimalkan Ibadah

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Senin, 21 Mei 2018, 12:00 WIB Tausiah
Saatnya Mengoptimalkan Ibadah

ANTARA/HARVIYAN PERDANA PUTRA

BULAN Ramadan sejatinya bisa menjadi momentum untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan mencari pahala sebanyak-banyaknya. Dalam sejumlah riwayat dan hadis, ganjaran menanti jika muslim mengoptimalkan amalan dan ibadah di bulan suci ini.

"Kita berada di bulan yang sangat suci. Dalam banyak riwayat serta hadis banyak sekali janji bagi yang mampu mengoptimalkan ibadahnya," kata Ustaz Saifuddin Zuhri dalam ceramahnya di Masjid Istiqlal, Sabtu (19/5) malam.

Dia berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa setiap amal kebaikan umat Islam, dalam bentuk apa pun, pada Ramadan bakal mendapat ganjaran pahala lebih banyak. Bahkan ada tiga hal yang bisa menghapuskan dosa di Ramadan ini. Pertama ialah salat lima waktu. Kedua salat Jumat. Ketiga mengoptimalkan ibadah.

Saifuddin menjelaskan, pahala untuk ibadah dan kebaikan di bulan suci ini bisa dilipatgandakan minimal 10 kali lipat. Dalam sejumlah riwayat dan hadis, pahala yang didapat bahkan bisa mencapai 700 kali lipat.

"Tidak terbilang betapa pahala berpuasa amat banyak karena kita telah menahan diri dari makanan, minuman, dan syahwat yang halal sekalipun. Allah menjanjikan pahala besar.''

Namun, dia mengingatkan ada sejumlah hal yang dapat mengurangi pahala, bahkan membatalkan puasa. Pertama ialah berdusta sebab Allah SWT tidak suka dengan umatnya yang menyebarkan ucapan dusta.

"Orang yang suka berbuat hal ini akan mendapatkan dosa besar. Adapun orang yang suka berdusta ditandai dengan sering membuat berita palsu, membenarkan kabar yang tidak akurat, membuat laporan kerja palsu, dan sebagainya," ucapnya.

Kedua, imbuh Saifuddin, gibah atau membicarakan keburukan orang lain. Mengumbar kabar gosip sampai melukai hati orang lain juga bisa membatalkan puasa seseorang, apalagi kalau perbuatan tercela ini disebar. "Yang berdosa tidak hanya yang menyampaikan gibah, tapi juga yang menyebarkannya."

Bahaya menghasut

Ketiga, menghasut orang lain. Ustaz Saifuddin mengatakan jika seseorang membangkitkan amarah orang lain karena sesuatu hal yang tidak penting, puasa akan sia-sia. Apalagi, perbuatan menghasut ini belakangan sering terjadi di berbagai kalangan.

"Sekarang banyak upaya untuk memecah-belah. Bagaimana kita bangsa yang berbineka ini agar bisa bersatu. Jangan kita mau diperbodoh untuk dipecah-belah dan diadu domba. Ketika dipecah-belah hilanglah kekuatan kita untuk bersatu," tegasnya.

Keempat ialah mengucapkan sumpah palsu. Seseorang mudah saja mengucap sumpah palsu karena berbagai faktor, misalnya, ada pedagang menjual barang bermerek palsu, tapi dikatakan asli. Hal ini, kata Saifuddin, jelas melanggar aturan Islam dan menipu sesama umat.

Kelima ialah, mengumbar syahwat. Selama Ramadan, setiap orang harus menahan hawa nafsu apa pun, termasuk syahwat yang bisa membatalkan puasa. "Jangan kesempatan untuk mendapat pahala yang besar ini menjadi sia-sia karena kita melanggar hal-hal yang dilarang dalam puasa."

Saifuddin mengingatkan, umat Islam harus mampu menahan godaan dan menjauhi larangan-larangan tersebut agar optimal merengkuh pahala Ramadan. Secara hakiki, puasa memiliki esensi menahan nafsu dan ikhlas. "Mumpung masih awal, saatnya kita mengoptimalisasi puasa untuk mendapat pahala sebanyak-banyaknya,'' tandasnya. (X-8)

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Jumat, 17 Agu 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More