Tujuh Jenazah Terduga Teroris Dimakamkan

Penulis: Heri Susetyo Pada: Minggu, 20 Mei 2018, 16:45 WIB Nusantara
Tujuh Jenazah Terduga Teroris Dimakamkan

MI/Ramdani

TUJUH jenazah terduga teroris dimakamkan di Makam Dinas Sosial di Jalan Mayjen Sungkono Kabupaten Sidoarjo, Minggu (20/5). Jenazah para terduga teroris ditempatkan dalam peti dan diangkut mobil jenazah dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Ketujuh jenazah terduga teroris yang dimakamkan tersebut adalah Fadhila Sari, Famela Rizqita, M Dari Satria, Puji Kuswati, M Daffa Alfia, Tri Murtiono, dan Tri Ernawati. Mereka dimakamkan dalam tiga lubang yang  berbeda.

Setiap lubang yang sebelumnya sudah digali sejak Sabtu (19/5) malam, diisi tiga dan dua peti mati. Tiga liang lahat pertama diisi jenazah Fadhila Sari, Famela Risqita dan M Dari Satria.

Liang lahat kedua diisi jenasah Puji Kuswati dan M Daffa Alfia. Adapun liang lahat ketiga ditempati jenazah Tri Murtiono dan Tri Ernawati.

Mereka adalah para terduga pelaku pengeboman di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro Surabaya serta di Polrestabes Surabaya. Mereka masih satu keluarga besar dari dua keluarga berbeda.

"Kami menggali tiga lubang untuk memudahkan pemakaman daripada satu  lubang untuk setiap peti," kata Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Wiyono, Minggu (20/5).

Selama proses pemakaman para terduga teroris, Jalan Mayjen Sungkono sempat ditutup total dan warga tidak diperbolehkan mendekat. Hal ini dilakukan untuk memperlancar proses pemakaman.

Makam Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo biasa digunakan untuk memakamkan jenasah orang tidak dikenal, atau orang yang tidak diterima keluarga. Makam itu terletak di Kelurahan Pucang Kecamatan Sidoarjo, tepatnya di antara pemakaman umum dan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten  Sidoarjo. (A-2)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More