Tukang Racun

Penulis: Micom Pada: Minggu, 20 Mei 2018, 09:00 WIB celoteh
Tukang Racun

MI/ROMMY PUJIANTO

'Bali, yeaay! Mataharinya emang asyik, tapi silaunya itu bikin mata sipit terus hehe. Untung sebelum pergi aku sempet beli kacamata hitam keren ini di optik XXX. Yang aku pakai ini merek terkenal tapi harganya murah lo, mulai Rp100 ribu aja! Yuk cuss di-follow aku IG-nya!' begitu isi keterangan foto si artis di Instagram dengan foto saat dia berjemur di pantai.

Saya tidak tertarik kepada komentar yang berisi pujian karena pasti itu fannya. Yang menarik comment yang isinya menyindir si artis karena mempromosikan barang Kw. 'Pelsong tuh' atau 'artis muka Kw cocok pake barang Kw,' dan ribuan komentar serupa yang sering membuat saya tidak habis pikir kok bahasanya ajaib semua haha.

Dalam satu kesempatan syuting saya pernah bertanya iseng kepada artis yang bisa dibilang ratu endorse haha. Produk apa pun dia promosikan, baik dalam bentuk posting foto, video, dan instastory. Dia kaget ketika tahu saya tidak punya akun Instagram lalu dia menyarankan saya untuk membuatnya. Dia bilang, "Bikin dong kang, lumayan kebeli mobil sama bisa nyicil rumah."

Dari hasil obrolan dengan sesama artis, temen di agency digital atau mendengar gosip dari make up artis saya tahu ternyata penghasilan sebagai endorser itu cukup besar. Bahkan, ada artis yang sekali posting bisa puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah.

Saya pernah diminta tolong oleh teman yang mempunyai usaha rumahan baju anak untuk menanyakan harga endorse seorang artis terkenal dan minta dihubungkan dengan pihak manajemennya. Diketahui harganya Rp70 juta sekali posting, dan untuk sebuah industri rumahan itu angka yang besar. Setelah berdiskusi dengan suaminya, mereka mengeluarkan uang dari tabungannya demi meng-endorse si artis. Beberapa bulan kemudian saya berjumpa lagi dengan teman saya itu, dia bilang dengan mancing Rp70 juta, sekarang uangnya sudah kembali bahkan omzetnya meningkat berkali-kali lipat dari si Rp70 juta tadi.

Perusahaan memberikan produk gratis/honor kepada artis/selebgram untuk mempromosikan produk tertentu. Besarnya honor bergantung pada besarnya pengikut dan dibayar per posting (tulisan atau gambar) atau menurut kesepakatan. Jika dirasakan menguntungkan, endorser bisa saja ditawarin paket kerja sama yang lebih panjang, seperti menjadi influencer atau ambasador.

Tingkatan berikutnya di atas endorser ialah influencer (tukang racun). Menjadi influencer membutuhkan followers dalam jumlah banyak yang jumlahnya ditentukan si klien.

Nah tingkatan 'tertinggi' ialah menjadi ambasador (duta). Sampai saat ini saya sudah merasakan menjadi ketiganya. Bagi saya tidak semuanya harus diukur dengan materi. Apalagi cuma menjadi endorser yang sekali posting selesai. Malam tadi sambil menyelesaikan tulisan ini saya menyantap hantaran ketupat campur yang hanya ada selama Ramadan kiriman restoran satai yang rasanya khas itu. Tahu kan? Sebelum makan saya memfotonya lalu mengunggahnya ke media sosial.

Makanannya hasil jadi endorser, sementara kameranya hasil jadi influencer lo, lumayan haha. Nah, jika ada yang berminat bekerja sama dengan saya silakan langsung kontak saya di @rocknal.

Lah, jadi jualan...

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More