Menanam Mangrove, Menjaga Rumah Badak Jawa

Penulis: Suryani Wandari Pada: Minggu, 20 Mei 2018, 01:05 WIB MI Anak
Menanam Mangrove, Menjaga Rumah Badak Jawa

MI/WANDARI

DI antara pasir pantai dan beberapa batang pohon tumbang di sekitarnya, sudah menancap potongan bambu yang disusun membentuk segitiga dan persegi yang disebut cluster. Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten, pada Sabtu (13/5), tampak sibuk.

Di dalam susunan bambu yang berisi lumpur itu, akan ditanam mangrove. World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia sengaja membuatnya sebagai metode terbaru menanam mangrove agar tidak cepat rusak diterjang ombak. Dengan mangrove, habitat Badak Jawa sang hewan langka yang menghuni TNUK pun akan terselamatkan loh.

Kok bisa? Cari tahu bareng Medi Yuk!

Tanam mangrove
Di atas pantai yang Medi injak sebagai leher pulau Jawa ini, kak Kurnia Oktavia Khairani, Project Leader WWF Ujung Kulon mengatakan keprihatinannya nih sobat. Rupanya, menurut kak Nia luasan daratan semakin lama semakin berkurang loh. "Hal itu dikarenakan abrasi atau proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Bahkan, sekitar 100 meter dataran di sini telah terkikis," kata kak Nia.

Tak mau terus berkurang hingga mungkin TNUK nanti bisa terbelah gara-gara ombak, WWF dan PT Bank Central Asia melakukan upaya menjaga ekosistem alam dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Mereka menanam mangrove untuk memperbaiki kondisi Semenanjung Ujung Kulon dan daratan Pulau Jawa yang dikhawatirkan terputus itu.

Tahukah sobat, ekosistem mangrove turut memegang penting sebagai pencegah abrasi, berfungsi menjaga keseimbangan dan kualitas air dengan menyerap semua kotoran yang berasal dari sampah manusia maupun kapal yang berlayar di laut. Mangrove memang menjadi habitat hewan dan menjadi sumber nutrisi bagi para binatang di sekitarnya, seperti udang, ikan dan kepiting. "Fungsi dan peran mangrove begitu penting, kami mendorong upaya-upaya pelestarian hutan mangrove untuk menstabilkan kondisi lingkungan dan menyelamatkan habitat hewan, termasuk Badak Jawa," kata ibu Inge Setiawati, Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA.

Menyerap karbon
Penanaman mangrove sebelumnya sudah dilakukan di berbagai lokasi, seperti kawasan ekowisata mangrove Pantai Indah Kapuk Jakarta, Blanakan Subang, Tanggamus Lampung, Muara Kali Opak Yogyakarta dan daerah lainnya dengan total 18 ribu bibit pohon. Diperkirakan 36,84 ton/ha CO2 akan diserap dalam kurun waktu 10 tahun setelah penanaman. Sekarang ini, Indonesia memiliki ekosistem mangrove yang terluas di dunia, yakni sebesar 3.489.140,68 hektare, setara dengan 23% ekosistem mangrove dunia loh.

Dengan metode baru yang menanam mangrove dalam cluster, WWF Indonesia berharap mangrove yang ditanam sekitar 2 kilometer sepanjang garis pantai TNUK ini bisa tumbuh dengan baik dan tak tergerus oleh ombak. Ombak yang datang dari laut nantinya akan bertemu dengan ujung cluster segitiga dan memecahnya sehingga kekuatannya tak lagi besar saat bertemu tanaman mangrove. Bukan hanya penanaman, nantinya pertumbuhan mangrove hingga 2 tahun ke depan akan terus dipantau.

Rumah Badak Jawa
Sobat Medi pasti tahu kan satwa langka yang khas di Taman Nasional Ujung Kulon? Ya, Badak Jawa. Satwa dengan ciri khusus memiliki cula satu pada jantan ini diperkirakan tak lebih dari 70 ekor loh. Populasi Badak Jawa awalnya sangat luas, hampir ditemukan di semua daratan Jawa seperti Banten, Tasikmalaya, hingga Bogor.

"Tetapi dahulu, badak dianggap masyarakat sebagai hama sehingga tak jarang diburu. Bahkan, pernah badak diburu hanya diambil culanya saja sehingga populasinya pun semakin berkurang," kata kak Nia.

Ancaman lain yang membuat kawanan badak rentan kepunahan ialah penyakit menular, bencana alam seperti tsunami dan letusan gunung Krakatau loh. Badak juga kekurangan sumber makanannya berupa tanaman langkap. Menurut kak Nia, badak kesulitan memakan langkap yang tumbuh tinggi, sedangkan badak cenderung memakan makanan yang berada di bawah loh.

Satu lagi sobat, badak juga kekuarangan ruang jelajah yang kini hanya berada di kawasan TNUK saja nih. Dengan program penanaman mangrove ini, BCA dan WWF berharap ruang bagi Badak Jawa masih lestari dan tak berkurang akibat abrasi.

Wah, mangrove ternyata juga berjasa melindungi populasi badak juga ya sobat. Yuk sayangi alam kita! (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More