Selamat Datang Ramadan!

Penulis: Suryani Wandari Pada: Minggu, 20 Mei 2018, 00:40 WIB Weekend
Selamat Datang Ramadan!

MI/WANDARI

KOMPAK memakai kaos warna hijau bertuliskan Dompet Dhuafa, para pengunjung Car Free Day Sudirman, Minggu (6/5), bangun dari duduk mereka. Mereka berbaris, membentuk delapan saf dan diikuti barisan lainnya.

Barisan pertamanya membentangkan spanduk, sementara barisan belakang dan seterusnya mengikuti. Usai mendapatkan aba-aba dari pimpinan kelompok, mereka melakukan perjalanan lumayan jauh mirip arak-arakan, mungkin sobat Medi mengenalnya dengan kata pawai ya?

Berlangsung semarak dengan iringan musik dari gendang dan simbal, mereka berjalan sambil bernyanyi riang di antara para pengunjung lainnya yang sedang berolahraga. Wah, sebenarnya ada apa ya sobat?

Sambut Ramadan
Hore, Ramadan datang lagi ya sobat. Ibadah puasa pun sudah berlangsung beberapa hari. Kebahagian datangnya bulan penuh berkah ini pun dirasakan oleh Dompet Dhuafa, yakni lembaga nirlaba Indonesia yang fokus mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum duafa.

Sebelum memasuki Ramadan, Dompet Dhuafa sudah mengadakan pawai pada hari bebas kendaraan atau Car Free Day Sudirman, Jakarta, sebagai bentuk kampanye Ramadan 1439 H. Dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, pawai mengambil rute dari Patung Sudirman, Menara BCA, dan putar arah menuju Bundaran Hotel Indonesia. Selain pawai, ada juga rampak beduk dan permainan tradisional, seperti ular tangga raksasa yang bisa diikuti masyarakat umum.

Baca dan amalkan Alquran
Menurut pak Imam Rulyawan, Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk pengingat kepada masyarakat, Ramadan telah datang. "Ramadan adalah bulan penuh rahmat sehingga pengingat seperti ini diharapkan masyarakat bergairah untuk melakukan banyak kebaikan, yang tentu pahalanya berkali-kali lipat," kata pak Imam.

Pak Imam pun menerangkan pada Ramadan terdapat hari yang seribu lebih baik dari hari lainnya yaitu Nuzulul Quran atau hari turunnya Alquran. Diperingati setiap tanggal 17 Ramadan, Nuzulul Quran dikenal dengan sebuatan malam seribu bulan, karena di malam itu dosa-dosa akan dihapus, apalagi dengan melafalkan dan mengamalkan ayat-ayat Alquran.

Tunaikan zakat
Sobat, selain mendapatkan pahala berlipat dari membaca Alquran, ada pula kebaikan lainnya loh seperti tarawih, zikir, bersedekah hingga zakat. Menurut pak Imam, zakat atau harta yang dikeluarkan seseorang itu haruslah dibayarkan dari setiap muslim karena dapat membersihkan diri atau mensucikan diri kembali. "Zakat di bulan Ramadan jangan sampai dilewatkan, hitung lagi berapa yang harus dikeluarkan lalu tunaikan," kata pak Imam.

Sobat, zakat yang harus dikeluarkan seorang muslim pun ada dua jenis loh yakni zakat fitrah dan zakat mal. "Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan seorang muslim pada bulan suci Ramadan dengan 3,5 liter beras atau 2,5 kilogram makanan pokok atau dengan nilai setara," kata pak Imam.

Sementara zakat mal ialah zakat yang wajib dikeluarkan seorang muslim dari harta yang dimilikinya seperti usaha pertanian, peternakan, hasil ternak, emas dan lainnya. Zakat mal ini pun dikeluarkan 2,5 % dari total harta yang dimiliki.

Zakat ini bisa disalurkan melalu amil zakat di masjid terdekat maupun lembaga penyalur zakat. Dompet Dhuafa pun siap menampung zakat yang dikeluarkan semua muslim agar nantinya dapat disalurkan ke beberapa program unggulan yang tepat sasaran, seperti pembangunan jembatan, pengadaan mobil untuk transportasi ke rumah sakit hingga pelayanan kesehatan gratis bagi kaum tak berpunya.

Dengan mengamalkan zakat tentunya akan mendapatkan pahala yang luar biasa dari Allah karena telah membantu sesama dan meringankan beban orang lain. Meskipun dibayar oleh orangtuamu, sobat Medi sudah membiasakan bayar zakat kan? (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More