Sistem Skor Baru BWF Rugikan Indonesia

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Sabtu, 19 Mei 2018, 10:37 WIB Olahraga
Sistem Skor Baru BWF Rugikan Indonesia

AFP/ANDY BUCHANAN

KEBIJAKAN baru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengubah sistem skor pertandingan dianggap merugikan Indonesia. BWF berencana mengganti skor dari yang semula 21 x 3 gim menjadi 11 x 5 gim.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Achmad Budiharto mengatakan sistem tersebut merugikan karena akan mengurangi daya tarik permainan bulu tangkis.

Karena itu, pada BFA Annual General Meeting (AGM) yang berlangsung di Bangkok, hari ini, Indonesia akan mengajukan penolakan terhadap kebijakan tersebut.

"Indonesia menolak kebijakan tersebut karena kami ingin tetap membuat bulu tangkis menarik bagi penonton dan juga pebisnis. Karena dengan skor 11, pertandingan kemungkinan akan lebih singkat dan penonton juga akan merasa dirugikan, nanti juga ada beberapa negara Asia lainnya yang menolak wacana tersebut," ujar Budi, Sabtu (19/5).

Selain mengurangi daya tarik, alasan lain yang membuat Indonesia menolak kebijakan tersebut adalah proses adaptasi.

Menurut Budi, perubahan sistem skor yang lebih singkat akan membuat para pebulu tangkis Indonesia kesulitan beradaptasi.

"Alasan lainnya karena pemain kami sudah enjoy dengan sistem yang ada saat ini. Kalau ada yang harus berubah itu cukup memberatkan karena harus beradaptasi lagi," lanjutnya.

Selain pengaturan skor, kebijakan lain yang akan dibahas adalah perubahan pendampingan atlet saat bertanding. BWF mewacanakan pelatih hanya boleh mendampingi atlet di gim ketiga dan kelima saja.

Selain itu, wacana pengaturan servis juga akan ikut ditentukan dalam AGM kali ini. Keputusan penerapan kebijakan baru akan ditentukan melalui pemungutan suara terbanyak yang juga akan dilakukan hari ini. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More