Ini Daftar 200 Mubalig Berkomitmen Kebangsaan Versi Kemenag

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 21:35 WIB Humaniora
Ini Daftar 200 Mubalig Berkomitmen Kebangsaan Versi Kemenag

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

KEMENTERIAN Agama secara resmi merilis 200 nama mubalig/dai yang menjadi rujukan untuk berceramah, khususnya selama Ramadan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan pihaknya telah menerima banyak pertanyaan dan masukan dari masyarakat soal nama mubalig yang bisa mengisi kegiatan keagamaan mereka selama Ramadan.

"Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi nama-nama mubalig oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig,” terang Menag di Jakarta, Jumat (18/05).

Menurut Lukman, pada tahap awal, Kementerian Agama merilis 200 daftar nama mubalig. Tidak sembarang mubalig, tapi hanya yang memenuhi tiga kriteria. Mulai dari mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, hingga berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Daftar nama itu merupakan rilis awal yang dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat. Jumlah daftar ini tentu akan terus bertambah seiring masukan dari berbagai pihak.

"Nama yang masuk memang harus memenuhi tiga kriteria itu. Namun, para mubalig yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut," ujar Menag.

"Artinya, data ini bersifat dinamis dan akan kami update secara resmi," tegas Menag.

Beberapa di antara 200 ulama rujukan tersebut ialah Abdul Moqsith Ghozali, Abdullah Gymnastiar, Ahmad Mustofa Bisri, Emha Ainun Najib, Mahfud MD, Nasaruddin Umar, dan Dedeh Rosidah. (A-3)

 

 

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More