AS Cari Koalisi Global Lawan Iran

Penulis: Irene Harty Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 15:06 WIB Internasional
AS Cari Koalisi Global Lawan Iran

AFP PHOTO / MANDEL NGAN

AMERIKA Serikat (AS) ingin membangun koalisi global melawan rezim Teheran dan kegiatan-kegiatan destabilisasi, menurut Kementerian Luar Negeri pada Kamis (17/5), setelah menarik diri dari perjanjian nuklir Iran.

Perencanaan akan dirinci pada Senin (21/5) oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dalam pidato kebijakan luar negeri pertamanya sejak menjabat April lalu.

"AS akan bekerja keras untuk membentuk koalisi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Heather Nauert.

Menurutnya hal itu untuk menyatukan banyak negara dari seluruh dunia dengan tujuan spesifik melihat rezim Iran melalui lensa yang lebih realistis termasuk semua kegiatan destabilisasi yang bukan hanya ancaman bagi kawasan tapi ancaman bagi dunia yang lebih luas.

Nauert menambahkan koalisi tersebut tidak akan bersifat anti-Iran karena AS berdiri dengan kuat di belakang rakyat Iran, berbeda dengan rezim dan tindakan buruknya.

Dia membangkitkan perbandingan dengan koalisi internasional pimpinan AS terhadap kelompok Negara Islam di Suriah dan Irak.

Sejak dibentuk pada 2014, koalisi itu sekarang memiliki anggota 75 negara atau lembaga dan melakukan intervensi secara militer terhadap para jihadis walau hanya sebagian kecil anggota koalisi yang telah melakukan tindakan militer.

Nauert tidak mengatakan koalisi baru yang diusulkan terhadap rezim Iran akan memiliki komponen militer.

Dia mengatakan Kementerian Luar Negeri menerima sekitar 200 diplomat asing pada Senin untuk menjelaskan kepada mereka keputusan Trump untuk mundur dari kesepakatan nuklir dan langkah selanjutnya.

Nauert menyebut banyak sekutu AS sepenuhnya memahami dan tidak menutup mata dari tindakan Iran saat ditanya potensi bergabungnya negara-negara Eropa.

Dalam terobosan yang mengakhiri kebuntuan selama 12 tahun atas kekhawatiran Barat bahwa Iran mengembangkan bom nuklir, administrasi mantan presiden Barack Obama dan negara-negara besar lainnya mencapai kesepakatan dengan Iran pada 2015.

Obama mencabut sanksi internasional dengan imbalan atas persetujuan Iran untuk membekukan upaya nuklirnya.

Mundur dari kesepakatan minggu lalu, Trump menyerukan kesepakatan baru dengan pembatasan lebih dalam pada program nuklir Iran serta mengekang rudal balistik dan dukungannya bagi kelompok militan di Timur Tengah.

Bersama dengan Iran penandatangan lain dari kesepakatan 2015, Prancis, Inggris, Jerman, Cina dan Rusia, sangat mengkritik penarikan AS.

Pada Kamis (17/5), Uni Eropa mengatakan akan mulai bergerak untuk memblokir efek sanksi AS yang diterapkan kembali pada Iran sebagai upaya untuk melestarikan kesepakatan nuklir. (AFP/OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More