Trump Janjikan Kim Tetap Berkuasa

Penulis: Irene Harty Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 13:22 WIB Internasional
Trump Janjikan Kim Tetap Berkuasa

AFP PHOTO / NICHOLAS KAMM

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan jaminan kepada Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un sebagai usaha agar pertemuan tingkat tingginya dengan Kim kembali ke jalurnya pada Kamis (17/5).

Saat prospek untuk pertemuan bersejarah bulan depan antara kedua pemimpin meredup, Trump mengatakan jika pertemuan itu sukses, Kim akan mendapatkan perlindungan yang akan sangat kuat.

"Dia akan berada di negaranya dan menjalankan negaranya. Negaranya akan sangat kaya," lanjutnya.

Namun, janji itu datang dengan peringatan bahwa jika pembicaraan gagal, Kim bisa mengalami nasib yang sama dengan Moamer Kadhafi dari Libia, yang digulingkan dan dibunuh.

Komentar Trump datang setelah Korut tampak mendinginkan gagasan duduk bersama di Singapura pada 12 Juni dan menyalahkan tuntutan AS untuk pengabaian sepihak.

Trump menilai perilaku Kim mungkin dipengaruhi Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping.

"Sangat mungkin bahwa dia mempengaruhi Kim Jong-un. Kita lihat saja apa yang terjadi," kata Trump yang mengingatkan pasangan itu telah bertemu dua kali dalam sebulan.

Setelah berbulan-bulan gejolak diplomatik terjadi, seorang pejabat Korut mengatakan KTT tidak dapat dilanjutkan.

Pejabat itu memprotes pernyataan Penasihat Keamanan Nasional Trump, John Bolton, yang menyebut Libia sebagai model denuklirisasi.

Pada 2003, Kadhafi menyetujui penghapusan program nuklir negara dan persenjataan senjata kimia untuk mendapatkan bantuan sanksi.

Namun, Trump dan Korut tampaknya melihat yang terjadi satu dekade kemudian setelah revolusi Libia saat pemberontak yang didukung NATO menggulingkan pemerintah dan membunuh Kadhafi.

"Model Libia bukanlah model yang kita miliki (dalam pikiran) sama sekali ketika kita memikirkan Korea Utara. Jika Anda melihat model itu dengan Kadhafi, itu adalah desimasi total . Kami masuk ke sana untuk mengalahkannya," kata Trump.

"Sekarang, model itu akan terjadi jika kita tidak membuat kesepakatan, kemungkinan besar. Tapi jika kita membuat kesepakatan, kupikir Kim Jong Un akan sangat, sangat bahagia," tukasnya. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More