Sistem Ganjil-Genap akan Diperluas hingga Pondok Indah

Penulis: Nur Azizah Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 13:16 WIB Megapolitan
Sistem Ganjil-Genap akan Diperluas hingga Pondok Indah

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

BADAN Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana memperluas sistem ganjil-genap. Kawasan yang menjadi target adalah Kuningan, MT Haryono, Gatot Subroto, hingga Pondok Indah di Jakarta Selatan.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan sistem itu juga akan diterapkan di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kebijakan itu dirancang dalam rangka menyambut pertandingan Asian Games 2018.

Bambang menuturkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah memiliki Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pengaturan sistem ganjil-genap. Hanya saja, sistem itu belum diterapkan secara luas.

"Pergub yang ada sudah mengakomodasi itu. Cuma, selama ini yang baru diimplementasikan untuk Jalan Sudirman-Thamrin," kata Bambang di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/5).

Selain memberlakukan ganjil-genap, BPTJ juga akan membatasi truk untuk masuk tol. Pembatasan itu akan dilakukan di perbatasan sisi Jawa Barat.

"Nanti semua JORR (Jakarta Outer Ring Road) kita lakukan pembatasan, itu saja bedanya. Pembatas berlaku dari pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB," ungkap dia.

Uji coba pembatasan truk masuk tol akan dilakukan mulai Juni 2018.

"Jadi Ring Road akan dikenakan pengaturan semua kalau selama ini kan sisi barat semuanya," kata dia. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More