F-PKS setuju Pemprov DKI Lepas Saham Perusahaan Bir

Penulis: Tosiani Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 12:53 WIB Megapolitan
F-PKS setuju Pemprov DKI Lepas Saham Perusahaan Bir

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PKS Suhaimi -- portalweb dprddkijakarta

ANGGOTA DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Suhaimi, menyetujui rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakartauntuk melepas saham sebesar 26,25% dari perusahaan bir PT Delta. Saham-saham itu kemudian dialihkan  ke hal lain yang lebih prioritas untuk warga DKI.

"Kami dari PKS setuju saham itu dilepas, dialihkan ke hal-hal lain yang lebih prioritas untuk warga DKI,"cetus Suhaimi saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (18/5).

Opsi lainnya untuk mengganti itu, kata Suhaimi, dengan membentuk BUMD baru yang lebih dibutuhkan warga DKI Jakarta. Misalnya, di bidang pangan, energi dan gas, dan pipanisasi air.

Terkait tingginya keuntungan dari PT Delta yang disetor ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp35-36 miliar per tahun, kata Suhaimi, masih bisa didiskusikan lagi.

"Mudah-mudahan setelah dialihkan ke bidang lain nanti keuntungannya bisa lebih besar," ujar anggota Komisi D itu. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More