Udara Jakarta dan Palembang Baik untuk Asian Games

Penulis: Antara Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 12:46 WIB Olahraga
Udara Jakarta dan Palembang Baik untuk Asian Games

MI/Dwi Apriani

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan kualitas udara di Jakarta dan Palembang relatif baik dan mendukung untuk pelaksanaan Asian Games.

"Kualitas udara, baik Palembang dan Jakarta, relatif baik dan siap mendukung pelaksanaan Asian Games," kata Siti Nurbaya dalam keterangan yang diterima, Jumat (18/5).

Kualitas udara tersebut terpantau dari sistem monitoring kualitas udara (AQMS) yang ditempatkan di dua daerah yang akan menjadi tempat pelaksanaan Asian Games itu.

AQMS (Air Quallity Monitoring System) adalah alat yang secara realtime menggambarkan kualitas udara ambien dengan menyediakan informasi yang realtime untuk PM (Particulate Matter) 2.5 yang berarti alat tersebut dapat memonitor bahan-bahan partikel udara yang berukuran 2,5 mikrogram.

Di Palembang, dipasang dua unit AQMS yang telah diberoperasi sejak Januari 2017, terdiri dari satu unit yang berupa fix station dan satu unit portable.

Sementara di Jakarta, AQMS yang ditempatkan secara fix sebanyak satu unit beroperasi sejak 2 Mei 2018 dan didukung tiga Unit AQMS portable.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara dengan konsentrasi PM 2.5 sejak Januari hingga April 2018 terpantau kualitas udara Palembang tercatat 13,9 mikrogram/m3 dan di Jakarta tercatat 35 mikrogram/m3.

Sementara Baku Mutu Harian menurut PP No. 41 Tahun 1999 adalah 65 mikrogram/m3 dan baku mutu menurut WHO 25 mikrogram/m3.

Selain memasang alat pemantau kualitas udara, KLHK juga menyiapkan satuan tugas pemantau kualitas udara masing-masing untuk bertugas di Palembang dan Jakarta dengan menugaskan empat tim. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More