Empat Jenazah Teroris Riau belum Dikebumikan

Penulis: Antara Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 12:43 WIB Nusantara
Empat Jenazah Teroris Riau belum Dikebumikan

MI/Rudi Kurniawansyah
Satu dari empat terduga teroris yang melakukan penyerangan ke Markas Kepolisian Daerah Riau, beberapa waktu lalu

EMPAT jenazah tersangka terduga teroris yang melakukan penyerangan ke Markas Kepolisian Daerah Riau, beberapa waktu lalu, hingga kini belum dikebumikan dan masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Kota Pekanbaru.

Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan Kepolisian Daerah Riau, Kombes Asmara Hadi, Jumat (18/5), mengatakan, hingga kini, belum ada pihak keluarga yang menjemput keempat jenazah tersebut.

"Jenazah masih terbujur di kamar jenazah RS Bhayangkara. Sampai detik ini belum ada keluarga yang mengambil jenazah," katanya.

Dia mengatakan pihaknya hanya sebatas melakukan identifikasi jenazah keempat terduga teroris tersebut bersama dengan Inafis.

Sementara untuk proses pengembalian jenazah ke keluarga termasuk hal lain berkaitan dengan pengembangan perkara tersebut, dia mengatakan sepenuhnya kewenangan dari penyidik.

Keempat terduga teroris yang tewas saat berusaha melakukan penyerangan ke Mapolda Riau pada Rabu kemarin (16/5) masing-masing adalah Mursalim alias Pak Ngah. 48, Adi Sufiyan, 23, Suwardi, 28, dan Pogang, 24.

Sementara itu, pascainsiden serangan ke Mapolda Riau, Tim Densus 88 Antiteror pada hari yang sama, saat serangan berlangsung, diketahui melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi.

Sedikitnya delapan terduga teroris berhasil ditangkap, dengan lima di antara mereka diketahui masih memiliki hubungan darah dengan beberapa dari tersangka teror yang tewas tersebut.

Delapan terduga teroris yang kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Dumai masing-masing berinisial HAR, NI, AS, SW, HD, YEP, DS dan SY alias IJ. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More