DPR Panggil BIN Soal Deteksi Dini Teror

Penulis: Antara Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 11:43 WIB Politik dan Hukum
DPR Panggil BIN Soal Deteksi Dini Teror

MI/MOH IRFAN
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan

KETUA Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyari memastikan Komisi I DPR akan memanggil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan untuk mempertanyakan langkah institusi tersebut melakukan deteksi dini terkait rentetan aksi teror di beberapa tempat di Indonesia.

"Pekan depan Komisi I DPR mengadakan Rapat Kerja dengan Kepala BIN untuk mengetahui bagaimana langkah deteksi dini yang dilakukan institusi tersebut kepada aparat keamanan," kata Abdul Kharis di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/5).

Dia mengatakan Komisi I DPR belum bisa menilai rentetan aksi teror tersebut terjadi karena BIN lengah dalam melakukan deteksi dini.

Karena, menurut dia, Komisi I DPR baru bisa memberikan penilaian setelah mendengarkan penjelasan secara komprehensif yang disampaikan Kepala BIN dalam Rapat Kerja pada pekan depan.

"Rapat Kerja Komisi I DPR dengan mitra kerja kami lakukan untuk mengevaluasi kinerja dan memperbaharui informasi terkini yang dilakukan mitra kerja," ujarnya.

Namun dia menegaskan bahwa Raker yang akan berlangsung pada pekan depan tersebut akan ditekankan pada langkah BIN melakukan deteksi dini aksi teror.

Sebelumnya dalam aksi teror terjadi di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5), pelakunya adalah Dita Supriyanto dan istrinya, Puji Kuswari. Dalam aksinya tersebut, keduanya mengajak keempat anak mereka.

Lalu aksi teror bom di Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5), pelakunya adalah Tri Murtono dan Tri Ernawati. Dalam aksinya, keduanya mengajak ketiga anak mereka, namun anak bungsu selamat dalam aksi teror tersebut.

Aksi teror juga terjadi di Markas Polda Riau pada Rabu (16/5) pagi yang dilakukan oleh sekelompok terduga teroris dengan menggunakan senjata tajam jenis pedang.

Kelima orang tidak dikenal tersebut menggunakan mobil berwarna putih masuk ke dalam Polda Riau dan melakukan penyerangan.

Dalam kejadian di Polda Riau tersebut, empat pelaku tewas dan satu orang ditangkap Kepolisian setelah sebelumnya berusaha kabur.

Sementara itu satu orang personel polisi tewas, dua orang luka-luka dan dua jurnalis terluka. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More