Turki Tuntut Israel Diadili di Pengadilan Kriminal Internasional

Penulis: Sonya Michaella Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 11:37 WIB Internasional
Turki Tuntut Israel Diadili di Pengadilan Kriminal Internasional

AFP PHOTO / Alexander NEMENOV

TURKI mendesak Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan mosi mengenai Yerusalem dan juga nasib warga Palestina yang terus-terusan dibombardir militer Israel.

"Israel harus diadili di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) karena telah membantai warga Palestina di Gaza," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, dikutip dari AFP, Jumat (18/5).

Menurut undang-undang Roma 2014, Palestina yang tergabung dalam ICC dapat menuntut Israel di Den Haag.

"Kami menganalisis langkah hukum apa yang bisa diambil selanjutnya. Bentrokan di Gaza tidak boleh terus dibiarkan terjadi," lanjut dia.

Sementara itu, Turki meminta PBB segera mengeluarkan resolusi tentang Yerusalem, setelah Amerika Serikat (AS) meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem, pekan ini.

Menunjukkan solidaritasnya terhadap Palestina, Turki menarik duta besarnya dari Israel dan AS, serta mengusir duta besar Israel dari Ankara.

Bentrokan terjadi di perbatasan Gaza dan Israel sejak Senin (14/5) antara warga Palestina dan militer Israel. Setidaknya, 66 warga Palestina dinyatakan tewas.

Kondisi ini juga telah dibahas dalam rapat darurat DK PBB dengan Kuwait akan membuat rancangan resolusi perlindungan bagi warga Palestina.

Di dalam rapat darurat ini, Inggris dan Jerman mendukung penyelidikan independen terkait bentrokan ini. Pasalnya, militer Israel mengaku, mereka membuat pertahanan diri agar warga Palestina tidak menyeruak masuk ke perbatasan negaranya.

Begitu juga dengan Prancis, Belanda, Polandia dan Swedia, serta Italia dan Belgia yang menyerukan agar Israel menahan diri dari penggunaan kekuatan yang berlebihan. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More