PLN Serahkan Penyelidikan Pendana Terorisme Kepada Polri

Penulis: Antara Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 11:35 WIB Politik dan Hukum
PLN Serahkan Penyelidikan Pendana Terorisme Kepada Polri

ANTARA FOTO/Rony Muharrman

PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyerahkan sepenuhnya penyelidikan dugaan ada pegawai PLN daerah itu menjadi pendana terorisme seperti yang diungkap tersangka yang diringkus di Sumatera Selatan awal pekan ini.

"Saya tidak berani buat 'statement' (pernyataan) karena kami semua kaget dengan hal itu," kata Manajer SDM dan Umum PT PLN Wilayah Riau dan Kepri, Dwi Suryo Abdullah di Pekanbaru, Jumat.

Ia mengatakan pihak PLN mengetahui informasi itu dari pemberitaan media tak lama setelah penangkapan terduga teroris di Sumatera Selatan.
Mengenai nama Daulay alias Opung yang disebut sebagai pegawai PLN di Riau menjadi pendana terorisme,  Dwi Suryo menyatakan tidak bisa memastikan nama itu benar ada di internal PLN.

"Mengenai nama itu juga tidak tahu kebenarannya. Opung itu nama panggilan, sedangkan Daulay itu nama marga. Apa benar nama Daulay itu, bisa saja orang ngaku-ngaku pegawai PLN," katanya.

Sebelumnya, dua teroris yang ditangkap Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengaku rencana aksi mereka dibiayai pegawai PLN Riau yang menjadi donatur. Polisi masih menyelidiki orang yang dimaksud untuk memastikan
keterlibatannya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara pada Selasa (15/5) mengungkapkan pegawai yang dimaksud bernama Daulay alias Opung, tinggal di Pekanbaru, Riau. Nama tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan intensif terhadap kedua teroris, HH alias AA dan HS alias AA.

Hanya saja, nama yang disebutkan masih dalam penyelidikan. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polda Riau untuk proses lebih lanjut. "Kami berkoordinasi dengan Polda Riau, Polresta Pekanbaru, dan Densus di sana," ujarnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More