Ceramah Aman Abdurrahman Pengaruhi Beberapa Aksi Teror di Indonesia

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 11:27 WIB Politik dan Hukum
Ceramah Aman Abdurrahman Pengaruhi Beberapa Aksi Teror di Indonesia

ANTARA/Reno Esnir

TERDAKWA kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum di sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (18/5). Dalam materi tuntutannya, jaksa menguraikan bagaimana ceramah Aman mempengaruhi para pelaku teror di Indonesia

Mayasari, salah satu JPU, menjelaskan isi ceramah Aman dibukukan dengan judul Seri Materi Tauhid dan sebuah blog pribadi. Salah satu isi ceramah Aman yakni soal memerangi Presiden, DPR, MPR, polisi, tentara, hakim, dan jaksa yang disebut sebagai thogut.

"Aparat pemerintah, Presiden, anggota DPR, MPR, polisi, tentara, hakim dan jaksa termasuk dalam golongan thogut, statusnya kafir dan amat sangat kasir, serta wajib diperangi. Indonesia negara jahiliyah kafir," kata JPU menjelaskan isi ceramah Aman

Ceramah itu ternyata memengaruhi salah satu pelaku teror di Markas Polda Sumatera Utara (Sumut), Syawaluddin Pakpahan.

Pelaku teror yang menyerang personel polisi yang sedang bertugas menjaga Markas Polda Sumut dan berusaha membakar Markas Polda Sumut Juni 2017 lalu itu mengaku membaca isi ceramah Aman di blog pribadinya

"Kajian yang disampaikan terdakwa yang dimuat di blog sangat berpengaruh, salah satunya ialah Syawaluddin Pakpahan," jelas JPU

Tidak hanya itu, Joko Sugito, pelaku bom Samarinda juga pernah bertemu Aman saat menjenguk di Nusakambangan. Dalam pertemuan itu, Aman memberikan ceramah kepada Joko.

Anita, JPU lainnya, mengatakan ceramah yang diberikan tersebut untuk melakukan perang akhir zaman. Maksud perang akhir zaman itulah yang dianggap sebagai perintah melakukan teror bom di Samarinda.

"Adalah fakta Joko Sugito mengaku pernah merakit bom untuk persiapan akhir zaman. Pemahaman itu diperolehnya setelah mendengar sejumlah ceramah dari terdakwa (Aman)," ucap Anita. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More