Keluarga Polisi yang Gugur di Mako Brimob Dapat Santunan Rumah

Penulis: Ilham Wibowo Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 11:11 WIB Politik dan Hukum
Keluarga Polisi yang Gugur di Mako Brimob Dapat Santunan Rumah

MI/Susanto
Masyarakat membubuhkan tanda tangan bentuk keprihatinan dan dukungan terhadap korban peristiwa kerusuhan rutan Mako Brimob di hari bebas kendaraan bermotor di Thamrin, Jakarta, Minggu (13/5/2018).

KELUARGA polisi yang gugur dalam kerusuhan di Markas Komando Brigade Mobile (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, mendapatkan santunan berupa rumah tinggal. Bantuan itu diberikan para donatur yang peduli kepada keluarga korban.

"Untuk anggota yang gugur dalam peristiwa di Mako Brimob masing-masing diberikan satu rumah," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat penyerahan bantuan secara simbolis di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/5).

Menurut dia, donatur bersimpati kepada anggota Korps Bhayangkara yang gugur di tangan pelaku teror. Namun, Tito enggan menyebut siapa donatur tersebut dengan alasan keamanan.

"Ada banyak pihak-pihak yang ingin membantu baik rumah maupun biaya dan lain-lain, sedang diakomodasi dan akan diserahkan," ujar dia.

Selain santunan rumah, polisi yang gugur juga mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk penghormatan lantaran mereka telah membaktikan diri kepada bangsa dan negara.

"Pemberian tali asih ini ada beberapa anggota yang gugur di Mako Brimob, ada enam orang. Lima karena diserang di rutan (rumah tahanan) dan satu anggota pada malam hari setelah itu juga diserang," tutur Tito. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More