Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 11:04 WIB Politik dan Hukum
Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

ANTARA/Reno Esnir

TERDAKWA kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati Oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5)

"Kami jaksa penuntut umum dalam perkara ini menuntut supaya majelis hakim mengadili dan memutuskan menyatakan Aman Abdurrahman telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme sebagaimana dakwaan kesatu primer dan kedua primer," kata JPU Anita Dewayani, Jumat (18/5)

"Kami memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman dengan pidana mati," sambungnya

Dalam surat tuntutannya, JPU membeberkan alasan tuntutan yang diberikan kepada terdakwa lantaran dinilai secara sah bersalah dalam kasus bom Thamrin

"Hal yang memberatkan, terdakwa merupakan residivis kasus terorisme, terdakwa merupakan pembentuk pendiri Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kemudian atas perbuatan terdakwa terlalu banyak korban meninggal," imbuh Anita

Dalam dakwaan primer, Aman didakwa dengan pasal 14 juncto pasal 6, subsider pasal 15 juncto pasal UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Sementara dalam dakwaan sekunder, Aman didakwa dengan pasal 14 juncto pasal 7, subsider pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More