KPK Panggil Bupati Mojokerto Sebagai Tersangka

Penulis: Antara Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 11:02 WIB Politik dan Hukum
KPK Panggil Bupati Mojokerto Sebagai Tersangka

ANTARA FOTO/Nando

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka suap pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015.

"Penyidik hari ini dijadwalkan memeriksa Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonformasi, Jumat (18/5).

Selain itu, KPK juga memanggil lima saksi yang akan diperiksa untuk tersangka Mustofa, yakni Staf Khusus Bupati atau ajudan Bupati 2011-2015 Lutfi Arif Muttaqin, Collection Taskforce BCA Emiral Rangga Tranggono, Branch Manager KKB BCA Sulistia Hakim, serta dua pegawai PT Protelindo masing-masing Indra Mardhani dan Suciratin.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa bersama dua orang lainnya, yakni permit and regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group) Ockyanto dan Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) Onggo Wijaya sebagai tersangka.

Mustofa yang merupakan Bupati Mojokerto periode 2010-2015 dan 2016-2021 itu diduga menerima hadiah atau janji dari Ockyanto dan Onggo Wijaya terkait pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan Menara Telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015.

Dugaan suap yang diterima oleh Mustofa terkait perizinan Menara Telekomunikasi tersebut sekitar Rp2,7 miliar. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More