Rokok Elektrik Meledak, Bunuh Pengguna

Penulis: Ellavie Ichlasa Amalia Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 10:52 WIB Internasional
Rokok Elektrik Meledak, Bunuh Pengguna

MI/Grafik Terbit

SEORANG pria berumur 38 tahun asal Florida meninggal setelah vape miliknya meledak dan menyebabkan luka proyektil di bagian kepala.

Laporan dari Pinellas-Paso Medical Examiner mengonfirmasi bahwa vape yang meledak merupakan alasan kematian Tallmadge D'Elia.

D'Elia ditemukan pemadam kebakaran di kamarnya yang terbakar di rumah keluarganya di St. Petersburg. Dia juga mengalami luka bakar di 80% tubuhnya.

D'Elia ditemukan pada 5 Mei. Dalam laporan otopsi, penyebab kematiannya adalah "luka proyektil di kepala". Tampaknya, ketika pulpen vape yang dia gunakan meledak, ada setidaknya dua proyektil yang mendarat di kepalanya.

Menurut laporan CNET, vape ini dibuat oleh Smok-E Mountain, yang meurut halaman Facebook-nya berlokasi di Filipina.

Saat ini, halaman Facebook perusahaan tersebut tidak bisa diakses. Juru bicara Smok-E Mountain berkata pada WFTS, afiliasi ABC, bahwa alasan pulpen vape ini meledak karena adalah masalah pada baterai atau atomizer dan bukannya pada alat itu sendiri.

Ini bukan kali pertama e-cigarette meledak menyebabkan berbagai luka. Seorang pria asal Florida harus dibawa ke rumah sakit pada 2012 setelah sebuah rokok elektrik meledak di dalam mulutnya, menyebabkan luka bakar dan gigi depannya patah.

Kejadian serupa terjadi di Idaho pada Januari lalu, ketika sebuah pulpen vape meledak di wajah penggunanya.

Pada periode antara 2009 dan 2016, ada setidaknya 195 kejadian terkait ledakan e-cigarette atau vape. Namun, pada periode itu, tidak ada kejadian yang menyebabkan kematian.

Dari hampir 200 kejadian tersebut, setidaknya 133 kejadian berakibat luka sementara 38 diantaranya menyebabkan luka parah. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More