Sejumlah Gedung Sekolah di Purwokerto Masuk Daftar Cagar Budaya

Penulis: Antara Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 10:31 WIB Nusantara
Sejumlah Gedung Sekolah di Purwokerto Masuk Daftar Cagar Budaya

Ist -- portal web SMPN 1 Purwokerto

SEJUMLAH gedung sekolah di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masuk ke dalam daftar benda cagar budaya. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas Asis Kusumandani.

"Beberapa gedung sekolah yang berstatus benda cagar budaya di antaranya SMPN 1 Purwokerto, SMPN 2 Purwokerto, SMAN 1 Purwokerto, SMAN 2 Purwokerto, dan SMA Bruderan," katanya didampingi Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas Carlan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (18/5).

Dengan demikian, kata dia, pihak sekolah tidak bisa sembarangan merenovasi bangunan atau melakukan pengembangan gedung karena harus mengikuti ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Menurut dia, hal itu dilakukan sebagai upaya pelestarian agar benda cagar budaya tersebut tidak rusak pascarenovasi atau berbeda dengan aslinya.

"Sebelum melakukan renovasi, harus dikoordinasikan dulu dengan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya)," katanya.

Sementara itu, Kasi Sejarah dan Purbakala Carlan mengatakan gedung-gedung sekolah tersebut sudah diinvetarisasi oleh BPCB sehingga segala bentuk kegiatan renovasi harus mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah Banyumas Nomor 5 Tahun 2015.

Ia mengatakan suatu benda atau bangunan dapat dikategorikan sebagai cagar budaya berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya.

"Nanti yang menentukan dari BPCB. Kemarin, SMPN 2 Purwokerto sudah keluar SK (Surat Keputusan) bupatinya," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Staf Bagian Tata Usaha SMPN 2 Purwokerto Ikhwan Nugroho mengatakan bangunan SMPN 2 Purwokerto telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya Kabupaten Banyumas berdasarkan Keputusan Bupati Banyumas Nomor 430/141/Tahun 2018 tertanggal 14 Februari 2018.

"Sebenarnya sudah lama diusulkan, namun SK-nya baru keluar," katanya.    

Ia mengatakan berdasarkan data, bentuk bangunan SMPN 2 Purwokerto bercirikan arsitektur tropis yang dibangun pada periode setelah tahun 1920 yang merupakan periode arsitektur tropis di Indonesia.

Menurut dia, bangunan arsitektur tropis yang masih dipertahankan keasliannya berada di tengah kompleks SMPN 2 Purwokerto.

Kendati demikian, dia mengakui jika saat ini telah ada beberapa penambahan ornamen berupa pemasangan tegel pada dinding luar ruangan dan penggantian tegel pada lantai.

"Namun kalau lainnya masih banyak yang asli seperti saka serta bentuk jendela dan pintu," katanya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More