Bertemu Tiga Menteri India, Luhut Dorong Kerja Sama Kemaritiman

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 10:24 WIB Internasional
Bertemu Tiga Menteri India, Luhut Dorong Kerja Sama Kemaritiman

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kenegaraan di India untuk meningkatkan kerja sama bilateral. Dalam kesempatan ini, pemerintah India mengutarakan minatnya berinvestasi di ujung barat Indonesia.

“Keinginan India untuk investasi di Sabang. Ada rumah sakit, ada juga sea port di sana karena dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nicobar,” terang Luhut dalam keterangan resmi, Jumat (18/5).

Dalam kesempatan tersebut, Luhut menjelaskan bahwa kerja sama dua negara akan berdampak pada stabilitas keamanan di wilayah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

"Dengan adanya peranan India di Indonesia, dengan kerja sama yang bagus itu juga, sangat membuat keseimbangan di Indian Ocean dan Pasific Ocean. Saya pikir penting perimbangan kekuatan dibangun di sini sehingga tidak ada satu (negara) super power bisa membuat instabilitas ,” lanjut Menko Luhut yang menolak menggantungkan stabilitas keamanan pada suatu negara tertentu saja.

Pemikiran tersebut disampaikan Luhut di tiga pertemuan bilateral pada hari pertama kunjungannya di New Delhi, Kamis (17/5). Pertemuan pertama adalah dengan Minister of State of Civil Aviation Jayant Sinha. Pertemuan kedua dengan Minister of Commerce & Industry and Civil Aviation Suresh Prabhu.

Dan pertemuan ketiga adalah dengan Nitin Jairam Gadkari yang merangkap sebagai Minister of Road Transport and Highways, Minister of Shipping, serta Minister of Water Resources, Rural Development and Gangga Rejuvenation.

Dalam rangkaian pembicaraan bilateral tersebut muncul peluang-peluang lain untuk dapat dikerjasamakan dua negara. Di antaranya terkait industri pesawat terbang, drones, kelapa sawit, produksi obat generik, pelatihan untuk mengembangkan SDM kemaritiman, pengolahan limbah palstik menjadi energi, pembersihan sungai, dan teknologi biodiesel.

Secara khusus di sektor pariwisata, dibicarakan juga mengenai pembukaan rute penerbangan langsung dari Delhi atau Mumbai ke Jakarta, Bali, Medan, atau kota lain di Indonesia.

Peluang ini tidak dapat dikesampingkan mengingat tingginya jumlah kunjungan wisman dari India ke Indonesia yang sejumlah 485 ribu orang pada tahun lalu.

“Total turis dari India ke Indonesia meningkat 28% pada 2017,” papar Luhut mengenai besarnya prospek sektor pariwisata.

Secara keseluruhan, Luhut melihat keunggulan teknologi India karena terjangkau, fungsional, dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

“Mereka membuat produk-produk mereka yang affordable, suitable tapi functional. Itu saya kira penting buat negara berkembang seperti kita. Jadi tidak melihat yang barang mewah yang kami tidak butuhkan,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, Kemenko bidang Kemaritiman akan mengirimkan tim teknis kembali ke India pada minggu depan. Peluang kerja sama yang telah menjadi lebih konkrit akan dibahas ditingkat yang lebih tinggi di level kepala pemerintahan, saat rencana kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia pada 30 Mei 2018 mendatang. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More