Bekasi Segera Bangun Taman Ramah Anak

Penulis: Antara Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 10:03 WIB Megapolitan
Bekasi Segera Bangun Taman Ramah Anak

MI/ROMMY PUJIANTO
Sejumlah anak yang profesi orang tuanya pemulung bermain di taman bermain di Pabrik Pengolahan Sampah menjadi Listrik di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat segera merealisasikan pembangunan taman ramah anak di kawasan Jababeka sebagai proyek percontohan.

"Saya inginnya satu tahun ada pembangunan satu taman ramah anam agar menjadi optimal sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Dispera KPP) Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan, Jumat (18/5).

Iwan mengatakan konsep taman ramah anak berbeda dengan taman pada umumnya karena taman tersebut nantinya dibangun khusus sebagai arena bermain anak-anak.

"Sudah ada lahan di Jababeka milik Pemkab, jadi kita tinggal membangunnya saja," katanya. Lahan itu memiliki luas mencapai 4.000 meter persegi.

Iwan melanjutkan saat ini Kabupaten Bekasi belum memiliki taman bermain anak-anak.

Rencananya taman tersebut dilengkapi sejumlah permainan anak seperti ayunan, seluncuran air, kereta wisata, arena mandi bola, mobil listrik, serta sarana bermain lain yang dikhususkan untuk anak.

"Nanti juga disediakan perpustakaan bagi anak-anak," katanya.

Iwan berharap taman ramah anak mampu menjadi stimulus bagi anak-anak agar lebih aktif dalam menerima rangsangan sehingga mampu meningkatkan kecerdasan mereka serta menjadi wahana pilihan mereka.

"Semoga taman ramah anak nanti menjadi tempat favorit orang tua untuk mengajak anak-anaknya bermain," katanya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More