Jelang Sidang Aman, tidak Ada Pengalihan Arus di Depan PN Jaksel

Penulis: Fachri Audhia Hafiez Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 09:51 WIB Politik dan Hukum
Jelang Sidang Aman, tidak Ada Pengalihan Arus di Depan PN Jaksel

ANTARA/Reno Esnir
Aman Abdurrahman

SIDANG pembacaan tuntutan terhadap terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mendapatkan penjagaan ketat. Namun, tidak ada pengalihan arus lalu lintas dari polisi.

"Situasi arus lalu lintas masih normal seperti biasa," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Jumat (18/5).

Pantauan di lapangan, Jalan Ampera Raya sejak pukul 07.30 hingga pukul 08.50 WIB tergolong ramai lancar. Sejumlah polisi tampak mengatur arus lalu lintas di sekitar PN Jakarta Selatan.

Sementara itu, 177 personel gabungan dari Polri dan TNI telah berjaga di area PN Jakarta Selatan. Pengunjung yang akan memasuki PN Jakarta Selatan juga harus melewati pemeriksaan secara ketat dari petugas.

"Sekarang yang masuk ke kantor pengadilan kita sterilkan semua," ucap Indra.

Sidang pembacaan tuntutan untuk Aman sedianya digelar pada Jumat (11/5). Namun, persidangan ditunda lantaran jaksa penuntut umum (JPU) tidak bisa menghadirkan terdakwa.

Aman alias Oman didakwa sebagai aktor intelektual yang memberikan doktrin kepada pelaku bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. Dia juga disebut ada di balik teror bom Kampung Melayu, dan Samarinda.

Dia memberikan doktrin kepada para pengikutnya yang mengunjunginya di penjara. Mereka diperintahkan untuk berjihad dengan menjadikan warga negara asing, terutama Prancis dan Rusia, sebagai target.

Kini, Aman harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Aman didakwa dengan Pasal 14 juncto Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More