Bandara Pangkalpinang Larang Taksi Daring Jemput Penumpang

Penulis: Antara Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 09:45 WIB Nusantara
Bandara Pangkalpinang Larang Taksi Daring Jemput Penumpang

MI/Panca Syurkani

PENGELOLA Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, melarang taksi daring menjemput penumpang di terminal bandara itu sebelum memiliki izin resmi dari pemerintah setempat.

Plt General Manager Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhammad Adi Wiyatno, Jumat (18/5), mengatakan transportasi daring bukan transpirtasi umum karena belum memiliki izin resmi dari pemerintah.

"Saat ini pemerintah belum menetapkan transportasi daring sebagai transportasi umum. Jadi kami tidak berani menjalin kerja sama dan memberikan izin beroperasi mengambil penumpang di bandara. Hal itu juga demi kenyamanan para penumpang," katanya.

Dikatakannya, sopir transportasi daring hanya boleh mengambil penumpang dari luar dan mengantarkan ke bandara, namun tidak boleh mengambil penumpang di bandara.

"Kalau dari luar mengantar penumpang ke bandara itu boleh, tapi kalau mengambil di bandara itu yang tidak boleh dan yang kami larang," ujarnya.

Jika ditemukan ada transportasi daring mengambil penumpang di bandara, pihaknya akan memberikan teguran kepada sopir taksi tersebut agar tidak mengambil penumpang itu.

"Kami tidak bisa menegakkan hukum seperti denda dan sebagainya. Kami sifatnya hanya sebatas teguran saja, kecuali mereka ada kerja sama dengan kami, baru bisa memberikan sanksi berupa denda hingga putus kontrak kerja sama," katanya.

Hingga kini, baru tiga perusahaan taksi resmi yang bekerja sama dengan pihaknya, yaitu Blue Bird, Bintang Kejora, dan Ganesha. Ketiga taksi tersebut memiliki izin operasi di Bandara Depati Amir Pangkalpinang. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More