284 Tas Berisi Perhiasan dan Uang Disita dari Rumah Najib Razak

Penulis: Sonya Michaella Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 09:30 WIB Internasional
284 Tas Berisi Perhiasan dan Uang Disita dari Rumah Najib Razak

AFP/Mohd RASFAN
Anggota Polisi Diraja Malaysia berjaga di depan kediaman mantan Perdana Menteri Najib Razak, di Kuala Lumpur

POLISI Diraja Malaysia menyita 284 kotak milik mantan Perdana Menteri Najib Razak dari sejumlah rumah, apartemen dan kantornya di Putrajaya.

Sebanyak 72 kotak di antaranya berisi perhiasan, berbagai mata uang, dan barang-barang mewah yang berasal dari apartemen di Jalan Raja Chulan dalam penggerebekan Jumat (18/5) pagi.

"Personel kami memeriksa tas-tas ini dan menemukan berbagai mata uang termasuk ringgit, dolar Amerika, jam tangan, dan perhiasan mewah," kata Direktur Divisi Investigasi Kriminal Komersial Kepolisian Bukit Aman, Amar Singh, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (18/5).

"Nilai barang-barang ini belum ditentukan. Polisi akan memeriksa secara rinci hari ini juga," lanjut dia.

Polisi juga telah memeriksa enam tempat lainnya terkait dengan investigasi dugaan kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yaitu kantor PM di Putrajaya, kediaman resmi dan empat rumah lainnya.

"Tas yang disita termasuk merek Hermes dan Louis Vitton. Semua penggeledahan dilakukan secara bersamaan di enam lokasi berbeda," ujar dia.

Penggeledahan rumah pribadi dan sejumlah properti Najib telah dilakukan sejak kemarin. Rumah pertama yang disambangi pihak kepolisian adalah rumah Najib di Taman Duta, Kuala Lumpur.

Di rumah itu, polisi menyita sebuah tas yang cukup besar kendati tidak ada penangkapan terhadap Najib. Keluarga sang mantan presiden UMNO ini juga disebut kooperatif saat penggeledahan dilakukan. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More