Perempuan Asmat Bersemangat Wujudkan Kesetaraan

Penulis: Micom Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 09:21 WIB Humaniora
Perempuan Asmat Bersemangat Wujudkan Kesetaraan

Dok Kementerian PPPA

BEBERAPA warga berbaris rapi di pinggiran pelabuhan Kabupaten Asmat menunggu kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise di 'Negeri Seribu Papan' itu, Wakil Bupati Asmat segera menyambut hangat dan memberikan piyiwi (sejenis ikatan kepala dari bulu kasuari) beserta noken dalam suatu prosesi sakral.

Menggunakan motor listrik, menteri yang akrab disapa Mama Yo itu kemudian mengunjungi tiga tempat, pertama gedung Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Asmat yang berada di pusat Kota Agats.

Di sana, Mama Yo berujar akan menjalankan program yang berkelanjutan bagi warga Asmat khususnya perempuan dan anak.

“Kami bangga melihat ibu ibu yang hadir di sini. Kami akan terus melindungi perempuan yang ada di Indonesia, tumbuh kembang anak, dan hak anak tanpa diskriminasi dari Sabang sampai Merauke,” tegas Yohana.

Menteri PPPA juga menegaskan bahwa urusan terkait perempuan dan anak merupakan urusan wajib daerah sesuai dengan Undang- Undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Jadi setiap kepala daerah punya tanggung jawab untuk memberikan perhatian untuk perlindungan perempuan dan anak serta pemberdayaan perempuan demi keluarga dan pembangunan Negara,” tegas Mama Yo.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Asmat Thomas Eppe Safanto. Dia menyebut perempuan dan laki laki harus saling melengkapi satu sama lain.
“Dahulu, perempuan Papua merasa tidak sanggup untuk setara dengan laki laki. Kini, perempuan Papua lebih bersemangat untuk memajukan ekonominya sehingga kesetaraan demi kemajuan negara akan terlaksana” jelas Thomas.

Pada kunjungan kerjanya hari ini, Yohana memberikan pelatihan mengolah makanan untuk meningkatkan gizi massyarakat disana seperti sinole, sanusep isi ikan, ulat sagu, papeda, sagu opom dan lain sebagainya.

Selanjutnya, Mama Yo berdialog dengan mama mama di gereja dan bermain simulasi pembangunan ketahanan keluarga di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) untuk konseling pengasuhan anak pada masing masing pasangan keluarga dan ditutup dengan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah Agats. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More