Bongkar Jaringan Pornografi Anak, Polisi Brasil Tangkap 132 Orang

Penulis: Antara Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 09:15 WIB Internasional
Bongkar Jaringan Pornografi Anak, Polisi Brasil Tangkap 132 Orang

AFP/EVARISTO SA
Menteri Keamanan Masyarakat Brasil Raul Jungmann

KEPOLISIAN Brasil, Kamis (17/5), menangkap 132 pria dalam gerakan terbesar yang dilancarkan negara itu untuk memerangi pornografi anak dalam jaringan.

Pemerintah mengatakan polisi menyita lebih dari 1 juta arsip foto di 284 kota di seluruh negeri tersebut.

Operasi tersebut melibatkan 2.600 polisi, yang menyita banyak komputer, kandar kilas (flash drive), dan telepon seluler untuk diselidiki.

Menteri Keamanan Masyarakat Raul Jungmann mengatakan pria-pria yang ditangkap dalam operasi itu menghadapi dakwaan melakukan eksploitasi seksual terhadap anak-anak dan remaja.

Menurut undang-undang Brasil, siapa pun yang ditemukan memiliki benda pornografi anak bisa dikenai hukuman penjara hingga empat tahun.

Masa hukuman itu bisa meningkat menjadi enam tahun untuk orang-orang yang menjual gambar-gambar dan delapan tahun karena memproduksi benda-benda pornografi anak.

"Operasi ini merupakan gerakan koordinasi kepolisian terbesar di Brasil dan terbesar di dunia dalam waktu satu hari terhadap kejahatan pelecehan anak dan ekploitasi seksual anak-anak," kata Jungmann dalam acara jumpa pers.

Dalam operasi sebelumnya pada Oktober untuk memerangi pornografi anak-anak, 112 orang ditangkap. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More